crossorigin="anonymous">

Polsek Kemangkon Amankan Pertunjukan Kuda Kepang di Desa Sumilir, Penonton 400 Orang

CyberTNI.id | Kemangkon, Purbalingga — Ratusan warga memadati Lapangan Desa Sumilir, Kecamatan Kemangkon, Selasa (7/7/2026). Sejak pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB, warga disuguhkan atraksi kuda kepang dari Grup Pecut Dawa asal Banyumas yang dipimpin oleh Edi Kucir.

Pertunjukan berjalan lancar dan aman berkat pengamanan yang dilakukan Polsek Kemangkon.
Kegiatan yang diketuai oleh Riswanto ini menarik sekitar 400 penonton dari berbagai usia.

Menurut laporan resmi Polsek Kemangkon, pengamanan dilakukan oleh tiga personel yang dipimpin oleh piket Polsek. Selama acara, tim melakukan patroli rutin dan pengaturan arus penonton sehingga situasi tetap kondusif.
“Sejak pembukaan hingga penutupan, tidak ada gangguan berarti. Penonton antusias namun tertib,” kata petugas piket Polsek Kemangkon dalam laporan. Keberadaan personel kepolisian di titik-titik strategis terbukti efektif menenangkan kerumunan dan mengarahkan lalu lintas lokal di sekitar lapangan.

Kuda kepang, sebagai kesenian tradisional Jawa yang sarat nilai budaya, kembali menunjukkan daya tariknya di tingkat komunitas. Grup Pecut Dawa menampilkan serangkaian tarian dan atraksi yang memukau, termasuk adegan-adegan penuh ritme yang mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.

Penanggung jawab kegiatan, Riswanto, menyampaikan terima kasih atas dukungan aparat keamanan dan partisipasi warga sehingga acara berjalan tanpa insiden.

Pihak panitia menegaskan bahwa pelaksanaan protokol keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas. Penataan lokasi duduk, jalur keluar-masuk, serta koordinasi dengan petugas kesehatan lokal disiapkan sebagai langkah antisipatif. Upaya ini mendapat apresiasi dari sejumlah warga yang ditemui, yang menilai penyelenggaraan acara rapi dan menyenangkan.

Dengan berakhirnya pertunjukan pada sore hari, personel Polsek Kemangkon menutup kegiatan dengan evaluasi singkat.

Kasus gangguan atau kejadian luar biasa tidak ditemukan, menandai suksesnya sinergi antara aparat keamanan, panitia, dan masyarakat dalam menyelenggarakan acara budaya lokal.

 

imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *