CyberTNI.id | Penilaian terhadap kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) seharusnya didasarkan pada hasil penelitian yang memiliki dasar metodologi dan legal standing yang jelas, bukan semata-mata pada opini atau narasi yang berkembang di media sosial. Berdasarkan berbagai hasil penelitian yang kredibel, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri dinilai menunjukkan tren yang semakin baik.
Menurut pandangan tersebut, pihak-pihak yang terus menyuarakan penolakan terhadap Polri di media sosial dinilai hanya berasal dari kelompok tertentu, seperti akun-akun anonim atau akun palsu yang diduga memiliki kepentingan untuk menjatuhkan citra institusi, termasuk menyerang kepemimpinan Kapolri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kelompok tersebut berasal dari oknum internal maupun kelompok buzzer dengan kepentingan tertentu.
Sebagai bukti bahwa masyarakat masih mencintai dan mendukung Polri, narasumber mengaku telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepolisian selama empat tahun berturut-turut di berbagai daerah. Kegiatan tersebut selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dengan jumlah peserta yang memadati lokasi.
“Selama empat tahun saya memilih menggelar sosialisasi di lapangan karena saya yakin gedung tidak akan mampu menampung antusiasme masyarakat yang hadir,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dukungan masyarakat terhadap Polri dinilai masih kuat dan tidak dapat diukur hanya dari perdebatan yang berkembang di media sosial.
Ridho












