JAKARTA — Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya, H. Hercules Rozario Marshal, resmi didapuk menjadi Dewan Kehormatan Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI). Pengukuhan tersebut dilakukan di tengah momentum perhelatan Kongres sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II SBNI yang dihadiri oleh jajaran pengurus dari berbagai daerah pada Minggu, 12 Juli 2024. Acara akbar kaum buruh ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting nasional, di antaranya tokoh buruh senior yang juga menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, M. Jumhur Hidayat.
Selain itu, tampak hadir pula Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI), M. Nazaruddin, Sekjen DPP GRIB Jaya Zulfikar dan Sekjen PNJ Ardi Rudanto serta sejumlah tokoh buruh dan aktivis pergerakan lainnya. Dalam sambutannya, H. Hercules memanfaatkan panggung tersebut untuk menyerukan pesan persatuan yang kuat. Ia mengajak seluruh elemen buruh dan organisasi kemasyarakatan untuk merapatkan barisan demi mengawal jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. H. Hercules menegaskan bahwa perbedaan seragam tidak membatasi visi mereka. Langkah ini justru menjadi simbol bahwa kedua organisasi besar ini telah melebur menjadi satu keluarga yang siap bergerak bersama.
“Hari ini saya berdiri di sini, sebenarnya harus pakai baju GRIB, tapi saya pakai baju SBNI. Berarti kita sudah seperti keluarga besar yang bersaudara. Kalau dijayakan, SBNI, PNJ, dan GRIB Jaya adalah satu wadah untuk kita,” ujar H. Hercules disambut gemuruh tepuk tangan peserta kongres. H. Hercules memuji rekam jejak SBNI yang kini kepengurusannya telah hampir merambah 38 provinsi di Indonesia dan mulai memenuhi kebutuhan struktur di tingkat kabupaten/kota. Di mata H. Hercules, kekuatan kaum buruh sangatlah masif dan strategis dalam menentukan arah bangsa
Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, H. Hercules Ajak Kaum Buruh Bersinergi Kawal Pemerintahan Prabowo
H. Hercules menegaskan bahwa perbedaan seragam tidak membatasi visi mereka. Langkah ini justru menjadi simbol bahwa kedua organisasi besar ini telah melebur menjadi satu keluarga yang siap bergerak bersama. “Hari ini saya berdiri di sini, sebenarnya harus pakai baju GRIB, tapi saya pakai baju SBNI. Berarti kita sudah seperti keluarga besar yang bersaudara. Kalau dijayakan, SBNI, PNJ, dan GRIB Jaya adalah satu wadah untuk kita,” ujar H. Hercules disambut gemuruh tepuk tangan peserta kongres. H. Hercules memuji rekam jejak SBNI yang kini kepengurusannya telah hampir merambah 38 provinsi di Indonesia dan mulai memenuhi kebutuhan struktur di tingkat kabupaten/kota. Di mata H. Hercules, kekuatan kaum buruh sangatlah masif dan strategis dalam menentukan arah bangsa.
Beranda Regional Nasional Politik Hukum Ekonomi Pendidikan Kesehatan Olahraga Lainnya Beranda Politik Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, H. Hercules Ajak Kaum Buruh Bersinergi Kawal Pemerintahan Prabowo 12 Juli 2026 5:18 PM Reporter : RMTVNews.Com Ketua Umum GRIB Jaya, H. Hercules Rozario Marshal (kedua dari kana), berpose dengan jajaran pengurus SBNI dan Ketua Umum PRI M. Nazaruddin (kiri) usai resmi didapuk sebagai Dewan Kehormatan dalam Rakernas II SBNI di Jakarta. Foto: RMTVNews.com Pasang Badan untuk Stabilitas Pemerintahan Presiden Prabowo Sebagai salah satu tokoh yang berjuang mati-matian memenangkan Prabowo Subianto sebagai presiden, H. Hercules meminta masyarakat, khususnya kaum buruh, untuk memberikan waktu bagi presiden dalam merealisasikan program-programnya.
Menurutnya, jalannya pemerintahan membutuhkan proses pengorganisasian tim kerja yang matang. Ia juga menyentil pihak-pihak yang kerap membuat kegaduhan dan provokasi politik di ruang publik, seperti memunculkan isu-isu lama yang tidak produktif untuk menyerang kepala negara. “Kita rakyat juga perlu menunggu, tidak bisa presiden terus bikin sendiri, jalan sendiri. Dia akan mencari tahu dulu, bukan sekadar ‘katanya-katanya’. Makanya, orang-orang yang tidak sepaham ayo kita dekati, kita beri pemahaman untuk bagaimana bersama-sama menjaga Ibu Kota dan negara ini,” tegasnya.
Di akhir pidatonya, H. Hercules menitipkan pesan krusial mengenai pentingnya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Ia mendorong SBNI untuk membangun sinergitas yang kokoh dengan para tokoh agama, ulama, pondok pesantren, hingga aparat penegak hukum dari unsur TNI dan Polri demi menjaga kedamaian nasional. Selain itu, ia juga mendukung penuh langkah tegas dan profesional penegakan hukum di era Presiden Prabowo, khususnya dalam pemberantasan korupsi serta penertiban birokrasi yang kerap memotong hak-hak rakyat di tingkat bawah. Ia meyakini, dengan hukum yang berjalan profesional dan tanpa pandang bulu, Indonesia akan bergerak ke arah yang lebih sehat dan sejahtera.












