JUARA TERBAIK KE II WANA LESTARI ,LELAKI USIA 78 TAHUN KESETIAAN KEPADA BUMI LERENG WILIS

CyberTNI.id|MADIUN,Rabu (19/8/2026) — Di kaki Gunung Wilis, di antara kabut pagi dan rimbunnya pepohonan pinus, tersimpan kisah tentang kesetiaan. Bukan kesetiaan kepada jabatan, tapi kesetiaan manusia kepada bumi.

Dari Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, seorang lelaki berusia 78 tahun bernama *Sumarji* membuktikan satu hal: usia bukanlah batas untuk terus menjaga kehidupan.

Dengan langkah yang tak lagi sempurna karena sakit di kaki, ia tetap tegak. Bukan hanya berdiri di tanahnya, tapi juga berdiri di atas panggung kehormatan nasional. Menggunakan egrang, Sumarji menerima penghargaan *Juara Terbaik II Wana Lestari 2026* tingkat nasional kategori *Hutan Desa*.

Bukan sekadar trofi. Itu adalah pengakuan atas perjalanan panjang dirinya dan warga *LD Wilis Sejahtera* dalam merawat lereng Wilis.

*Ketika Hutan Dijaga, Bukan Dikeruk*

Di saat banyak orang mengejar hasil cepat dari hutan, Sumarji memilih jalan sebaliknya. Menanam. Merawat. Menghidupkan.

Bersama warga, ia mengembangkan *agroforestry*. Di sela-sela pohon pinus dan rimba campur, tumbuh kehidupan baru. Ada *Kopi Selo Gedong* yang mulai dikenal, ada hasil bumi, ada usaha-usaha warga yang lahir dari tanah yang dirawat dengan sabar.

Bagi mereka, hutan bukan hanya kumpulan kayu.
Hutan adalah sumber air.
Hutan adalah ruang kehidupan.
Hutan adalah tempat menggantungkan harapan, sekaligus warisan yang wajib diwariskan ke anak cucu.

*Pahlawan Tidak Selalu Berseragam*

Panggung penghargaan itu menjadi cermin. Bahwa pahlawan lingkungan tidak selalu datang dengan seragam rapi dan pidato megah.

Kadang, mereka adalah warga desa dengan tangan kasar, punggung yang membungkuk, dan kaki yang lelah. Tapi memiliki cinta yang luar biasa pada alam.

Egrang yang dinaiki Sumarji menuju panggung, adalah simbol. Simbol bahwa meski terbatas secara fisik, semangat menjaga bumi tidak pernah surut.

Dari lereng Wilis, pesan itu sampai ke Jakarta:
*”Ketika manusia memilih menjaga bumi, bumi akan kembali memberi kehidupan.”*

Dan hari ini, bumi Wilis sedang menjawabnya.
Penghargaan Wana Lestari diberikan oleh Kementerian Kehutanan kepada individu/kelompok yang berjasa dalam pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *