BAHANA BERSAHAJA DI DESA TEGUHAN: 5 RUMAH DIBEDAH, DRAINASE DIBANGUN, 33 LAYANAN HADIR

CyberTNI.id | MADIUN — Program unggulan Pemerintah Kabupaten Madiun, Bahana Bersahaja, kembali hadir menyapa masyarakat. Kali ini, kegiatan pelayanan langsung menyasar warga Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (19–20/8/2026).

Tidak sekadar menyerap aspirasi, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pelayanan sekaligus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Sejumlah program yang dilaksanakan antara lain bedah rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan dan penataan drainase, serta puluhan layanan publik yang dapat diakses langsung oleh warga.

Gotong Royong Bedah Rumah Pak Tomo

Salah satu perhatian utama dalam kegiatan Bahana Bersahaja adalah penanganan lima rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Teguhan.

Salah satu rumah yang mendapat perhatian adalah milik Pak Tomo. Semula, rumah tersebut hanya mendapatkan bantuan peningkatan kualitas sebesar Rp25 juta. Namun, berkat dukungan Pemerintah Desa Teguhan dan semangat gotong royong masyarakat, rumah tersebut akhirnya dibongkar total dan dibangun kembali dari awal.

“Anggaran dari pemerintah tetap Rp25 juta. Karena partisipasi masyarakat dan Pemdes Teguhan luar biasa, rumah itu akhirnya dibongkar dari nol. Kekurangannya didukung melalui gotong royong masyarakat,” ujar Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Wakil Bupati yang akrab disapa Dokter Pur itu menegaskan, Bahana Bersahaja tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Drainase Ditata, Badan Jalan Lebih Lebar

Selain program bedah rumah, Pemkab Madiun juga meninjau pembangunan dan penataan saluran drainase di RT 13/RW 05, Desa Teguhan.

Saluran drainase tersebut ditata dan ditutup sehingga fungsi pengairannya tetap berjalan tanpa mengurangi lebar badan jalan. Dengan demikian, akses kendaraan, termasuk roda empat, diharapkan menjadi lebih aman dan lancar ketika berpapasan.

“Harapannya saluran ini ditutup sehingga tidak mengurangi lebar jalan. Kalau ada kendaraan roda empat berjejer atau berpapasan, masih bisa. Ini salah satu inovasi Dinas PU yang memang sangat dibutuhkan masyarakat Teguhan,” jelas Purnomo Hadi.

33 Jenis Layanan Hadir di Tengah Masyarakat

Selama dua hari pelaksanaan, program Bahana Bersahaja menghadirkan sekitar 33 jenis layanan langsung ke Desa Teguhan.

Berbagai layanan tersebut meliputi sertifikasi UMKM, sertifikasi halal, pelayanan kepolisian, pelayanan kesehatan, serta sejumlah layanan publik lainnya. Kehadiran layanan secara langsung di desa diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan pemerintah tanpa harus datang ke kantor pemerintahan.

“Prinsipnya kami memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tetapi tetap tidak meninggalkan tertib administrasi dan tertib regulasi,” pungkas Dokter Pur.

Pemkab Madiun bersama Forkopimda dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) berkomitmen untuk terus menghadirkan Bahana Bersahaja di berbagai desa. Program tersebut diharapkan mampu memastikan pelayanan pemerintah semakin dekat, mudah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *