CyberTNI.id | PALEMBANG, CYBERTNI.ID – Badan Otonom Nahdlatul Ulama (BANO NU) Kota Palembang sukses menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) BANO NU Tahun 2026 selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Sabtu (22/8/2026), tercatat sebanyak 894 peserta dari berbagai pesantren, sekolah, dan Rumah Tahfidz di Kota Palembang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
MTQ BANO NU 2026 digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT Kemerdekaan RI ke-81, serta Harlah JKN NU ke-75.
Dalam pelaksanaannya, panitia mempertandingkan enam cabang lomba, yakni Tartil, Tilawah, Hifzhil Quran, Fahmil Quran, Hadroh, dan Lebana. Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama hingga pelaksanaan hari kedua.
Ketua Panitia MTQ BANO NU Palembang, Abdan Syakuro, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya BANO NU dalam mencari dan membina bibit-bibit generasi Qurani yang memiliki potensi untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
“MTQ ini sudah kami gelar sejak tahun 2024. Fokus kami adalah mencari bibit-bibit baru dari pesantren, sekolah, dan Rumah Tahfidz agar nantinya bisa dipersiapkan untuk tampil di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Abdan.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap kegiatan keagamaan, khususnya dalam mempelajari dan mengembangkan kemampuan membaca serta memahami Al-Qur’an, cukup tinggi.

Abdan berharap MTQ BANO NU dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang. Ia juga mengajak berbagai pihak untuk memberikan dukungan serta masukan guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami terbuka terhadap saran dan masukan dari semua pihak. Semoga tahun depan kegiatan ini bisa lebih baik lagi dan semakin banyak melahirkan generasi Qurani yang mencintai Al-Qur’an sekaligus memiliki semangat membangun bangsa,” pungkasnya.
Melalui MTQ BANO NU 2026, panitia berharap lahir qori, qoriah, hafizh, dan generasi muda berprestasi yang tidak hanya mampu mengharumkan nama Kota Palembang, tetapi juga membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Vera Junika












