CyberTNI.id | JOMBANG — Semangat kebersamaan dan keguyuban warga Dusun Surobayan, Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, kembali terlihat dalam kegiatan tasyakuran sekaligus penutupan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar di kediaman Bu Ainur, selaku Ketua RT 10 RW 03, berlangsung penuh antusias dan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Sejak kegiatan dimulai, suasana kebersamaan begitu terasa. Warga RT 10 RW 03 hadir dengan penuh semangat, menjadikan acara penutupan Agustusan bukan sekadar seremoni, melainkan ruang bersama untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus memperkokoh hubungan sosial di tengah masyarakat.
Bu Ainur sebagai Ketua RT 10 RW 03 menjadi salah satu sosok yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Di bawah kepemimpinannya, semangat gotong royong dan kebersamaan warga terus dibangun melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Bagi warga Surobayan, keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya diukur dari kemeriahannya, tetapi juga dari seberapa kuat rasa persaudaraan yang tumbuh setelah kegiatan tersebut selesai. Karena itu, tasyakuran dan penutupan Agustusan menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kekompakan, kepedulian dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme warga RT 10 RW 03 menunjukkan bahwa tradisi kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat Dusun Surobayan. Warga dari berbagai kalangan dapat berkumpul dalam suasana penuh keakraban, tanpa sekat dan tanpa membedakan latar belakang.
Bu Ainur pun menunjukkan bahwa peran seorang Ketua RT bukan hanya sebatas menjalankan administrasi lingkungan. Lebih dari itu, Ketua RT memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga komunikasi, membangun kekompakan dan menjadi penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat.
Kehadiran warga yang begitu antusias menjadi bukti bahwa kepemimpinan di tingkat lingkungan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial agar tetap harmonis. Ketika pemimpin mampu merangkul masyarakat dan warga memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga lingkungan, berbagai kegiatan kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik.
Penutupan rangkaian Agustusan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti setelah bendera diturunkan atau perayaan berakhir. Nilai perjuangan harus diteruskan dalam bentuk kepedulian terhadap sesama, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan dan memperkuat gotong royong.
Bu Ainur dan warga RT 10 RW 03 Dusun Surobayan telah menunjukkan bahwa kemeriahan Agustusan bukan hanya tentang perlombaan dan hiburan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat fondasi kehidupan bermasyarakat.
Dengan semangat guyub dan gotong royong yang terus terjaga, warga Dusun Surobayan, Desa Tengaran, diharapkan mampu mempertahankan kekompakan tersebut dalam berbagai kegiatan ke depan. Sebab, desa yang kuat bukan hanya dibangun dengan program dan pembangunan fisik, tetapi juga dengan masyarakat yang kompak, peduli dan memiliki rasa memiliki terhadap lingkungannya.
Tasyakuran dan penutupan Agustusan di kediaman Bu Ainur akhirnya menjadi penanda berakhirnya rangkaian perayaan kemerdekaan, sekaligus membuka semangat baru bagi warga RT 10 RW 03 untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan.
Dari Surobayan untuk kebersamaan: kemerdekaan dirayakan bersama, persaudaraan dijaga selamanya.
Menik A












