CyberTNI.id | JAMBI — Keributan yang melibatkan sejumlah warga Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba dengan personel TNI terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Sari Aditya Loka (SAL), Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (28/8/2026).
Insiden tersebut sempat menjadi perhatian setelah rekaman video yang memperlihatkan ketegangan antara warga SAD dan sejumlah personel beredar di media sosial.
Persoalan Pengambilan TBS Diduga Jadi Pemicu
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, keributan diduga dipicu persoalan pengambilan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di kawasan inti perkebunan yang dikelola perusahaan.
Situasi yang awalnya berkaitan dengan persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi ketegangan dan berujung pada kontak fisik antara sejumlah warga SAD dengan personel TNI.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat adanya aksi kekerasan. Namun, terkait detail siapa yang lebih dahulu melakukan tindakan kekerasan, masih diperlukan penjelasan dan hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Informasi di lapangan juga menyebutkan adanya dugaan pemukulan terhadap warga SAD oleh oknum personel TNI. Di sisi lain, sejumlah warga SAD juga diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap personel TNI.
Selain keributan fisik, kendaraan operasional milik kepala kebun perusahaan dilaporkan mengalami kerusakan.
Pengamanan kawasan perkebunan diketahui melibatkan petugas keamanan pihak ketiga (outsourcing) bersama aparat penegak hukum.
Ketegangan Disebut Berulang
Kepala Desa Bukit Suban, M. Ramli, membenarkan bahwa persoalan terkait pengambilan TBS di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi.
Menurutnya, ketegangan serupa sebelumnya juga pernah terjadi dan pemerintah daerah telah berupaya mempertemukan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi serta membuat kesepakatan agar konflik tidak kembali terulang.
Namun, persoalan tersebut kembali mencuat hingga terjadi insiden pada Jumat (28/8/2026).
Pihak Terkait Diminta Menyelesaikan Secara Kondusif
Sementara itu, pihak Persatuan Keluarga TNI (P3AD) mengecam dugaan tindakan anarkis dalam insiden tersebut dan mendorong aparat penegak hukum melakukan proses sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya unsur pidana.
Di sisi lain, penyelesaian konflik diharapkan tetap mengedepankan langkah hukum, dialog, serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tidak terjadi bentrokan susulan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kodim 0420/Sarko dan manajemen PT Sari Aditya Loka (SAL) masih melakukan pengumpulan informasi serta pendalaman kronologi kejadian.
Pihak-pihak terkait juga diharapkan dapat menyelesaikan persoalan secara kondusif dengan mengedepankan kepastian hukum dan komunikasi antara masyarakat, perusahaan, serta aparat keamanan.
(Nang)












