CyberTNI.id | Kab. Cirebon – Pemerintah Desa Karang Asem Kecamatan Karang Wareng Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan di tahun 2025. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa ini telah menjalankan program ketahanan pangan unit usaha peternakan ayam petelur yang diharapkan menjadi sumber ekonomi baru sekaligus penguat kemandirian pangan masyarakat.
Kuwu Karang Asem, Budi Ledlawan, menyebutkan saat ini Pemdes telah merealisasikan program ketahanan pangan ini melalui Bumdes Karang Asem Rahayu untuk menjalankan usaha peternakan ayam petelur di tahun anggaran 2025 lalu.dan mudah mudahan Bumdes Karang Asem Rahayu yang di di pimpin oleh Direktur Yunus, Sekertaris Rukmini dan Bendahara Azmi ini bisa membawa kemajuan dan kemandirian perekonomian masyarakat Karang Asem”. ungkap nya.
“Sekarang kami pihak Pemdes Karang Asem Kecamatan Karang Wareng Kabupaten Cirebon selalu mensuport keberadaan Bumdes Karangasem rahayu agar bisa memajukan dan mendorong perekonomian masyarakat desa setempat sehingga keberadaan Bumdes Karang Asem Rahayu bisa bermanfaat bagi warga masyarakat,” ujar Kuwu Budi Ledlawan, Senin (11/05/2026).
Program ini tak hanya dirancang untuk memperkuat ketersediaan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Dengan begitu, manfaatnya tak sekadar pada ketahanan pangan, melainkan juga peningkatan kesejahteraan melalui perputaran ekonomi lokal.
BUMDes Karang Asem Rahayu kini tengah menyusun petunjuk teknis pelaksanaan agar program bisa berjalan optimal dan berkelanjutan. Budi Ledlawan menilai, perencanaan yang matang adalah kunci agar program ini tidak berhenti di tengah jalan.
“Kita ingin ini bukan proyek jangka pendek. Tapi bisa jadi usaha desa yang benar-benar hidup dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Insyaallah kedepan nya kami terus memberikan masukan masukan positif kepada para pengurus BUMDES, dan keinginan kami kedepannya tak hanya fokus pada ayam petelur, sektor pertanian padi juga menjadi target ke depan untuk unit usaha selanjutnya, Budi Ledlawan mengungkapkan, pengurus Bumdes Karang Asem Rahayu kini mulai menunjukkan kemandirian, setelah sebelumnya sangat bergantung pada dukungan dana desa.
Menurutnya, perubahan itu menjadi sinyal positif bagi masa depan Bumdes Karang Asem Rahayu, tanda bahwa pola pikir pengurus Bumdes Karang Asem Rahayu mulai bergeser menuju kemandirian ekonomi., tanpa selalu menunggu bantuan pemerintah.
Sehingga dengan kombinasi antara usaha ayam petelur dan pertanian padi, Kuwu Budi Ledlawan optimistis bahwa Bumdes Karang Asem Rahayu mampu menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup warga.
“Kalau pangan kuat, ekonomi warga juga akan lebih baik,” pungkas Kuwu Budi Ledlawan.
(AGUS MULYANTO)












