Dari Sales Keliling hingga Menjadi Kepala PBH FERADI WPI Subang, Benni Rusli: Semua Berkat Pertolongan Tuhan

CyberTNI.id | Subang, Jawa Barat, 14 September 2026 — Perjalanan hidup seseorang terkadang membawa pada sebuah titik yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Hal tersebut dirasakan oleh Benni Rusli, yang kini aktif membantu masyarakat melalui pendampingan hukum bersama FERADI WPI.

Benni menceritakan bahwa sebelum bergabung dengan FERADI WPI, dirinya tidak memiliki latar belakang pendidikan maupun pengalaman di bidang hukum. Sehari-hari, ia bekerja sebagai sales keliling yang menjual permen dan makanan ringan untuk anak-anak.

“Puji Tuhan, berkat pertolongan Tuhan Yesus, saya yang sebelumnya hanya seorang sales penjual permen dan makanan anak-anak keliling, tanpa latar belakang di bidang hukum, akhirnya dipertemukan dengan Pak Adv. Donny Andretti, Ketua Umum FERADI WPI,” tutur Benni.

Pertemuan tersebut terjadi melalui media sosial TikTok. Benni mengaku sejak awal dirinya memiliki keinginan untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan dan pendampingan.

“Saya memang selalu memiliki niat untuk membantu masyarakat yang tidak mampu. Akhirnya, oleh Tuhan saya dipertemukan dengan Pak Donny Andretti, Ketua Umum FERADI WPI, yang menurut saya merupakan sosok yang sangat baik dan luar biasa,” ujarnya.

Benni kemudian diajak untuk bergabung dengan FERADI WPI. Namun, pada saat itu dirinya menghadapi kendala finansial. Untuk bergabung dan mendapatkan kartu anggota, terdapat biaya administrasi sebesar Rp500 ribu.

Bagi Benni, nominal tersebut bukanlah jumlah yang mudah untuk disediakan. Sebagai seorang sales keliling, penghasilannya tidak selalu sama setiap hari.

“Boro-boro memiliki uang sebesar itu. Saya seorang sales keliling yang kadang dagangan laku dan kadang sama sekali tidak membawa uang pulang,” ungkapnya.

Meski demikian, keinginannya untuk belajar dan membantu masyarakat membuat Benni memberanikan diri menyampaikan kondisi tersebut kepada Donny Andretti.

“Saya menyampaikan kepada Pak Donny bahwa saya berminat bergabung, tetapi saya tidak mempunyai uang untuk membayar administrasinya. Singkat cerita, pada tahun 2024 saya akhirnya mendapat kesempatan untuk bergabung dengan FERADI WPI. Bagi saya, itu semua berkat kasih dan pertolongan Tuhan,” katanya.

Setelah bergabung, Benni tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Ia secara rutin mengikuti pendidikan hukum yang diselenggarakan FERADI WPI secara daring melalui Zoom maupun Google Meet.

Setiap Senin malam, mulai pukul 20.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB, Benni mengikuti proses pembelajaran bersama para pengajar dan praktisi hukum.

Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan hukum, ia terus belajar dan mengikuti setiap materi yang diberikan.

“Saya memang tidak memiliki latar belakang pendidikan hukum. Tetapi setiap hari Senin malam saya selalu mengikuti pendidikan hukum melalui Zoom atau Google Meet. Saya belajar bersama para pengajar dan para pengacara yang menurut saya sangat handal,” tuturnya.

Ketekunan tersebut kemudian membawa perubahan besar dalam perjalanan Benni. Pada tahun 2026, ia dilantik menjadi Kepala Divisi Pembelaan Organisasi FERADI WPI DPP.

Tidak berhenti sampai di situ, Benni kemudian menyampaikan keinginannya untuk membentuk dan memimpin Pusat Bantuan Hukum (PBH) di Subang.

“Pada tahun 2026, dengan tekad yang bulat saya mengajukan keinginan untuk menjadi Ketua PBH di Subang. Puji Tuhan, akhirnya saya mendapat persetujuan dari Pak Ketum,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan, Benni juga diberikan satu kemeja seragam FERADI WPI yang hingga kini menjadi bagian dari aktivitasnya ketika memberikan bantuan dan pendampingan kepada masyarakat.

Menurut Benni, pengalaman tersebut menjadi perjalanan yang sangat berarti dalam hidupnya. Dari seorang sales keliling yang tidak memiliki latar belakang hukum, ia kini mendapatkan kesempatan untuk mendampingi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum sesuai kapasitas dan kewenangannya.

“Sampai hari ini, berkat pertolongan Tuhan Yesus Kristus dan bimbingan Ketua Umum FERADI WPI, Pak Donny Andretti, saya bisa mendampingi klien-klien yang membutuhkan bantuan atau pendampingan di Polres, Kejaksaan maupun Pengadilan,” katanya.

Benni juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Donny Andretti yang menurut pengakuannya telah memberikan bimbingan dan dukungan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Donny Andretti yang telah membantu dan membimbing saya. Bagi saya, kesempatan ini sangat berarti,” ujarnya.

Selain kepada Ketua Umum FERADI WPI, Benni juga memberikan penghargaan kepada keluarganya, khususnya sang istri dan anak-anaknya, yang selama ini memberikan dukungan terhadap aktivitas yang dijalaninya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada istri tercinta dan anak-anak saya yang selalu mendukung saya dalam profesi dan kegiatan yang sekarang saya tekuni,” tuturnya.

Bagi Benni, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan latar belakang bukan alasan untuk berhenti belajar dan mengabdi kepada masyarakat. Dengan kemauan untuk belajar, tekad untuk membantu sesama, serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya, ia berusaha menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya.

“FERADI WPI jaya, jaya, jaya,” pungkas Benni.

Catatan Redaksi:
Sebagai media yang netral dan independen, CyberTNI.id membuka ruang hak jawab kepada semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *