Kebakaran Susulan Lahap 2 Hektare Kebun Jati di Buttu Sappa, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Padamkan Api

CyberTNI.id | Pinrang — Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan pegunungan Buttu Sappa, Lingkungan Buttu Sappa, Kelurahan Tadokkong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Kebakaran melanda areal perkebunan jati merah milik Hasan (60), seorang petani setempat, Rabu (26/08/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 11.20 WITA setelah personel Polsek Lembang bersama Babinsa Koramil 1404-07/Lembang Serka Salahuddin, aparat kelurahan, dan masyarakat menerima laporan adanya kobaran api di area perkebunan jati.

Mendapat laporan tersebut, personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 11.40 WITA, personel Koramil 1404-07/Lembang dan Polsek Lembang bersama aparat kelurahan serta masyarakat tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan kedatangan dua unit kendaraan pemadam kebakaran dari Kecamatan Duampanua pada pukul 12.05 WITA. Petugas Damkar bersama personel gabungan dan masyarakat langsung berjibaku memadamkan kobaran api yang meluas di kawasan perkebunan.

Setelah dilakukan pemadaman secara intensif, sekitar pukul 13.30 WITA api berhasil dipadamkan untuk sementara. Namun, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 2 hektare lahan perkebunan jati merah milik Hasan terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Babinsa Kelurahan Tadokkong Serka Salahuddin menjelaskan, berdasarkan hasil sementara di lapangan, kebakaran diduga merupakan kobaran susulan dari kebakaran yang terjadi pada Selasa (25/8/2026) malam. Lokasi yang terbakar berdekatan dengan area kebakaran sebelumnya sehingga api diduga kembali menjalar ke lahan perkebunan.

“Kondisi angin yang cukup kencang serta banyaknya vegetasi dan material kering di lokasi membuat api cepat membesar dan meluas,” ungkapnya.

Dalam penanganan tersebut, personel gabungan juga melakukan pengumpulan bahan keterangan, dokumentasi, serta monitoring terhadap kondisi lahan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Babinsa Serka Salahuddin juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan perbukitan dan lahan perkebunan yang kering. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran lanjutan, diperlukan kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran serta dukungan sarana dan prasarana, termasuk ketersediaan selang pemadam berukuran panjang yang mampu menjangkau titik api di kawasan yang sulit diakses.

Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah setempat, petugas Damkar, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.

 

 

Pimum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *