KH Asep Saifuddin Chalim Minta KH Miftachul Akhyar Tak Maju Lagi sebagai Calon Rais Aam PBNU

Cybertni.id | JOMBANG — Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, meminta KH Miftachul Akhyar untuk tidak melanjutkan pencalonannya sebagai calon Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU.

Permintaan tersebut disampaikan KH Asep pada Jumat (28/8/2026). Ia secara terbuka meminta KH Miftachul Akhyar mempertimbangkan kembali pencalonannya untuk menduduki posisi Rais Aam PBNU.

“Saya minta beliau untuk mundur dan jangan mencalonkan sebagai Rais Aam. Karena menurut saya, beliau tidak punya kapasitas untuk itu,” kata KH Asep.

KH Asep mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan yang cukup dekat dengan KH Miftachul Akhyar. Bahkan, ia mengaku pernah mengajak KH Miftachul Akhyar masuk dalam jajaran kepengurusan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, hal itu terjadi ketika dirinya menjabat sebagai Ketua PCNU Kota Surabaya pada 1995. Saat itu, KH Miftachul Akhyar diajak menjadi Wakil Rais PCNU Kota Surabaya.

Atas dasar hubungan tersebut, KH Asep meminta KH Miftachul Akhyar kembali mempertimbangkan pencalonannya sebagai Rais Aam. Menurut dia, jabatan tersebut membutuhkan kapasitas, kesiapan, serta kemampuan yang kuat dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.

“Atas nama orang yang pernah baik dan pernah mengajak beliau masuk ke NU, tentu saya merasa kasihan kepada beliau. Beliau harus kasihan ketika memang tidak punya kapasitas untuk itu,” ujarnya.

KH Asep kemudian mengutip doa yang menurutnya relevan dengan kondisi tersebut, yakni Allahumma la tuhammilna ma la thaqata lana bih, yang berarti, “Ya Allah, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak mampu kami pikul.”

Pernyataan KH Asep tersebut menjadi salah satu pandangan yang muncul menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, khususnya terkait dinamika pencalonan Rais Aam PBNU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *