CyberTNI.id | KARANGANYAR,-Senin (13/10/2025) — Rencana pengembangan energi panas bumi di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa tengah,
Menuai penolakan dari sejumlah pihak, termasuk LBH Civitas Cendikia. Lembaga tersebut menilai proyek geotermal berpotensi menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Direktur LBH Civitas Cendikia, Isa Ansyori, menjelaskan bahwa eksplorasi geotermal berisiko merusak sumber air tanah akibat proses pengeboran dan fracking bertekanan tinggi. Selain itu, aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat memicu ketidakstabilan geologi di kawasan Gunung Lawu yang masih tergolong aktif secara vulkanik.
Pihak LBH juga menyoroti potensi kerusakan ekosistem hutan serta ancaman terhadap situs budaya dan tempat suci di wilayah Jawa Oleh karena itu, mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana eksplorasi tersebut dan mengalihkan fokus pada sumber energi terbarukan yang lebih aman dan ramah lingkungan.
LBH Civitas Cendikia meminta agar pemerintah membuka dialog terbuka dengan masyarakat sebelum mengambil keputusan yang dapat berdampak luas. “Kami tidak menolak energi terbarukan, tapi menolak cara eksploitasi yang merusak Gunung Lawu,” tegas Isa.
Sebelumnya, Kementerian ESDM melalui Menteri Bahlil Lahadalia mengumumkan lelang sepuluh wilayah panas bumi di Indonesia, termasuk wilayah kerja di Gunung Lawu.
Pemerintah menyebut proses lelang dilakukan secara transparan untuk menarik investasi di sektor energi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.(Nang)












