CyberTNI.id | Keerom – Komitmen menjaga kerukunan, toleransi, dan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan kembali ditunjukkan oleh aparat gabungan TNI–Polri bersama elemen masyarakat. Sinergi lintas sektor tersebut berhasil mengamankan jalannya Perayaan Hari Raya Pentakosta 2026 di Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh suasana kebersamaan. Minggu (24/5/2026).
Pengamanan kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu oleh Babinsa Koramil 1701-23/Skanto, Serda Jodi Bonari, bersama Bhabinkamtibmas Ipda Kamaluddin, S.H., serta didukung Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Nurdin. Kehadiran unsur aparat dan tokoh masyarakat tersebut menjadi bentuk nyata pelayanan negara dalam menjamin rasa aman bagi seluruh umat beragama yang melaksanakan ibadah.
Rangkaian perayaan dipusatkan di Gereja St. Lorenzo Ruiz, Kampung Intaimelyan, Distrik Skanto. Ibadah yang dipimpin oleh Pastor Simon Simonsi, SVD ini diikuti sekitar 600 jemaat dari berbagai kampung di wilayah Skanto dan sekitarnya. Sejak pagi hari, area gereja telah dipadati umat yang hadir dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian perayaan keagamaan tahunan tersebut.
Kegiatan diawali dengan prosesi jalan kaki (pawai iman) dari halaman Kantor Kampung Intaimelyan menuju gereja. Seluruh peserta berjalan dengan tertib dan teratur, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan kedisiplinan jemaat dalam menjaga ketertiban umum. Sepanjang rute prosesi, aparat TNI–Polri bersama FKPM melakukan pengamanan dan pengaturan arus kegiatan, sekaligus memastikan situasi tetap kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis, di mana aparat tidak hanya fokus pada aspek keamanan fisik, tetapi juga memberikan rasa tenang dan nyaman secara psikologis kepada jemaat. Kehadiran petugas di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan serta memperkuat hubungan harmonis antara aparat dan warga.
Di sela kegiatan, Babinsa Koramil 1701-23/Skanto Serda Jodi Bonari menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam setiap kegiatan keagamaan merupakan bentuk komitmen untuk menjamin kebebasan beribadah seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Perayaan Hari Raya Pentakosta ini bukan hanya momentum keagamaan, tetapi juga cerminan nyata kuatnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Distrik Skanto. Sinergi TNI–Polri bersama FKPM hari ini merupakan wujud komitmen kami untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tingginya partisipasi jemaat mencerminkan solidnya hubungan sosial masyarakat di wilayah tersebut. “Antusiasme sekitar 600 jemaat menunjukkan bahwa nilai toleransi di tengah masyarakat masih sangat terjaga dengan baik. Kami mengapresiasi seluruh tokoh agama dan masyarakat yang terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan stabilitas kamtibmas,” tambahnya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi keamanan terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti. Sinergi yang solid antara TNI, Polri, FKPM, serta masyarakat menjadi kunci utama suksesnya pengamanan perayaan Hari Raya Pentakosta di Distrik Skanto tahun ini.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan toleransi di wilayah perbatasan tetap terjaga kuat, menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kedamaian di Kabupaten Keerom.
Pimum












