CyberTNI.id|JAKARTA,Jumat (26/6/2026) — Setelah Dadan Hindayana serta dua Wakilnya ditangkap dan sedang diproses hukum.
Satu Wakilnya bernama Nanik S. Deyang diangkat Prabowo jadi Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Nanik yang sebelumnya terkenal sebagai buzzer termilitan Prabowo yang pernah tersangkut kasus hoaks Ratna Sarumpaet di kampanye pilpres 2019 dimana lebam muka Ratna yang diberitakan dianiaya ternyata sebabnya adalah efek operasi plastik.
Nanik pun kemudian bikin berita hoaks itu.menyebar.
Kini Nanik adalah Ketua BGN, badan yang mengelola uang 335 Trilyun yang kemudian kena efisiensi menjadi 228 T, tetaplah lembaga setingkat kementrian yang mengelola uang APBN paling besar.
Berapa gaji Kepala BGN? Setingkat menteri mungkin dia akan menerima Tax Home pay sebesar 150jt/bulan masih dengan fasilitas lainnya yang dibayar negara. Sementara dia masih tercatat sebagai Komisaris Pertamina, badan usaha milik negara paling basah.
Setidaknya dia akan terima gaji sebagai komisari pertamina 150-200jt/bulan. Bayangkan plus macam-macam mungkin tax home pay Nanik Deyang bisa 500jt/bln.
Itu sudah dia rangkap semenjak dia menjadi wakil kepala badan gizi nasional. Ada aturan bahwa menteri dan wakil.menteri dan kepala badan setara kementrian itu Dilarang untuk Rangkap Jabatan dan sudah diputus oleh Mahkamah Konstitusi. Tetapi hampir semua wakil menteri dan badan di Indomesia itu merangkap jabatan antara di jalur pemerintahan dengan jalur di BUMN. Bahkan Nanik Deyang yang suka drama menangis lihat ketulusan Prabowo memberi makan anak sekolah, dia tak pernah menangis bahwa ketika “mengambil” terlalu banyak. Kenapa ya keserakahan sekarang yang pasti ada alasan kebijakannya dianggap seolah biasa. Karena orang serakah, kalau mengaku menurut agama malah masuk surga.
Sementara ada 60.000 calon mahasiswa yang tidak mendaftar ulang ketika dinyatakan di terima di kampus negeri, salah satu sebabya keuangan! Sementara Nanik S Deyang sedang bersuka cita, tiga kali kalah pilpres, saat ini mereka berpesta pora, serakah menebus 3 periode tidak berkuasa dan nothing.
(Nang)












