crossorigin="anonymous">

Hari Kelima Kebakaran TPA Jatiwaringin, Wamen LHK Tinjau Lokasi dan Tekankan Percepatan Sanitary Landfill

CyberTNI.id | Kabupaten Tangerang – Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, memasuki hari kelima, Sabtu (4/7/2026). Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mengintensifkan upaya pemadaman dan pendinginan guna memastikan seluruh titik api benar-benar padam serta mencegah munculnya kebakaran susulan.

Untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Diaz Hendropriyono didampingi Bupati Tangerang Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., serta Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meninjau langsung lokasi kebakaran.

Insiden kebakaran yang melanda area TPA seluas sekitar 33 hektare tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Menteri LHK Diaz Hendropriyono menegaskan pentingnya perubahan sistem pengelolaan sampah menuju sanitary landfill sebagai solusi jangka panjang untuk meminimalkan risiko kebakaran dan dampak lingkungan.

Menurutnya, pengelola TPA telah menunjukkan sejumlah perbaikan setelah sebelumnya menerima sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Namun, luasnya area TPA menjadi tantangan tersendiri dalam proses capping atau penutupan timbunan sampah secara menyeluruh.

“Ini pentingnya kenapa TPA harus sanitary landfill. Di sini sebenarnya sudah ada perbaikan setelah kami berikan sanksi, namun karena luasnya mencapai 33 hektare, tentu membutuhkan waktu untuk melakukan capping secara menyeluruh,” ujar Diaz saat meninjau lokasi.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 102 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan di posko medis akibat paparan asap. Meski demikian, seluruh warga yang menjalani pemeriksaan dilaporkan dalam kondisi baik dan belum ada yang harus dirujuk ke rumah sakit.

“Alhamdulillah, kondisi warga saat ini sehat dan masih ditangani oleh Puskesmas. Belum ada rujukan ke rumah sakit. Kami juga terus melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah warga yang belum sempat datang ke posko kesehatan,” jelas Bupati.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status darurat selama 14 hari guna mempercepat koordinasi lintas instansi dalam penanganan kebakaran.

Proses pemadaman dan pendinginan dilakukan secara terpadu oleh personel Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, Polri, serta Manggala Agni yang hingga kini masih berjibaku memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak asap, membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara menurun, serta terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah daerah.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait diharapkan mampu mempercepat proses penanganan sehingga kondisi di TPA Jatiwaringin segera pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

 

 

Didi Prayudi, S.E.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *