CyberTNI.id | JOMBANG – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang terus memperkuat fondasi organisasi melalui kaderisasi yang berkelanjutan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 3–5 Juli 2026, bertempat di Pondok Pesantren Al-Hikam, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mencetak kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan keislaman, semangat kebangsaan, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara pembukaan yang digelar pada Sabtu (4/7/2026) berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai tokoh penting dari lingkungan Nahdlatul Ulama dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Rijalul Ansor Jawa Timur, Ketua PC GP Ansor Jombang, Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek, seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang, jajaran badan otonom NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, serta Kapolsek dan Danramil Diwek.
Ketua Panitia, M. Hasib Al-Isbily, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKD dan Dirosah Ula dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan. Sebanyak 68 peserta mengikuti PKD, sementara 10 peserta mengikuti Dirosah Ula, yang berasal dari seluruh PAC GP Ansor se-Kabupaten Jombang.
Menurutnya, kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi.
> “Kami berharap seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi generasi penerus kepemimpinan GP Ansor Jombang dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Mereka diharapkan mampu membawa organisasi semakin maju, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiqi Fakkaruddin Assilahi atau yang akrab disapa Gus Fiqi, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung organisasi. Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian materi dengan penuh kesungguhan agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan berorganisasi maupun di tengah masyarakat.
Menurut Gus Fiqi, GP Ansor membutuhkan kader yang tidak hanya loyal terhadap organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial.
“Kami ingin alumni PKD dan Dirosah Ula menjadi kader penggerak yang mampu menghadirkan inovasi bagi organisasi. Dengan demikian, kualitas kepengurusan GP Ansor, mulai dari tingkat cabang hingga ranting desa, memiliki standar yang sama dan terus berkembang,” tegasnya.
Dukungan terhadap penguatan kaderisasi juga disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh. Ia mengapresiasi semangat seluruh peserta yang hadir mengikuti pelatihan dan berharap mereka mampu mengabdikan diri secara total dalam organisasi.
Menurutnya, GP Ansor memiliki peran strategis sebagai garda terdepan Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan masyarakat.
“Semoga kader-kader Ansor Diwek mampu menjadi contoh bagi kecamatan lain, baik dalam pengelolaan organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam sesi mauidzah hasanah, Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin sekaligus Mustasyar PCNU Jombang, KH Nur Hadi yang akrab disapa Mbah Bolong, menyampaikan lima karakter utama yang harus dimiliki setiap kader GP Ansor.
Menurut beliau, kader Ansor harus menjadi:
Munadzim, yakni mampu menata administrasi organisasi secara profesional.
Muwahid, menjadi perekat persatuan dan menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat.
Mujadid, menjadi pelopor inovasi dan pembaruan organisasi.
Murobbi, memiliki jiwa pendidik yang mampu membina generasi penerus.
Mujahid, berjuang dengan penuh keikhlasan demi kemajuan organisasi dan keberkahan umat.
“Jadilah kader Ansor yang mampu mengelola organisasi dengan baik, mempersatukan umat, menghadirkan inovasi, mendidik generasi muda, dan berjuang dengan niat mengharap ridha Allah SWT,” pesan Mbah Bolong di hadapan para peserta.
Penguatan materi kepemimpinan juga diberikan oleh Dr. Joko Prasetyo, S.Sy., S.H., M.H., seorang akademisi sekaligus praktisi hukum yang juga merupakan kader GP Ansor. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesadaran hukum bagi setiap kader organisasi.
Menurut pria yang akrab disapa Bang Jack tersebut, tantangan organisasi di era modern tidak lagi hanya berkutat pada persoalan sosial dan keagamaan, tetapi juga berkaitan dengan aspek hukum dan regulasi.
“Sebagai kader Ansor, kita harus melek hukum agar mampu mengawal organisasi sekaligus memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat. Kepemimpinan yang kuat harus dibangun di atas pemahaman regulasi yang baik sehingga setiap kebijakan dan inovasi organisasi memiliki legitimasi serta aman secara konstitusional,” tegasnya.
Pelaksanaan PKD dan Dirosah Ula GP Ansor Jombang tahun 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam menyiapkan kader-kader berkualitas yang tidak hanya memiliki militansi, tetapi juga kompetensi kepemimpinan, wawasan kebangsaan, pemahaman hukum, serta akhlak yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Melalui kaderisasi yang sistematis dan berkesinambungan, GP Ansor Jombang optimistis mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang siap mengabdi kepada organisasi, umat, bangsa, dan negara, sekaligus menjadi benteng penjaga persatuan serta keutuhan NKRI di tengah dinamika perkembangan zaman.
(to)












