crossorigin="anonymous">

Semarak Peringatan Bulan Suro, Kesenian Kuda Kepang Turonggo Budoyo Meriahkan Desa Suko Mulyo, OKU Timur

CyberTNI.id | OKU Timur – Dalam rangka melestarikan budaya tradisional sekaligus memperingati Bulan Suro Tahun 2026, kelompok kesenian Kuda Kepang Turonggo Budoyo yang dipimpin oleh Bapak Suripto menggelar pertunjukan budaya yang berlangsung meriah pada Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB tersebut dilaksanakan di RT 02/RW 04, Kelurahan/Desa Suko Mulyo, Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

Acara ini menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian seni budaya tradisional yang hingga kini masih mendapat tempat di hati masyarakat. Sejak pagi hari, warga dari Desa Suko Mulyo maupun desa-desa sekitar mulai berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan Kuda Kepang Turonggo Budoyo yang sarat akan nilai budaya dan kearifan lokal.

Kepala Dusun Suko Mulyo, Supraedi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kesenian Kuda Kepang Turonggo Budoyo dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Semoga ke depannya kesenian Kuda Kepang Turonggo Budoyo semakin maju, semakin baik, dan semakin banyak digemari oleh masyarakat dari berbagai daerah. Kesenian tradisional seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Supraedi.

Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa melalui berbagai kegiatan seni tradisional.

Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Ratusan pengunjung tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan setiap penampilan para pemain Kuda Kepang Turonggo Budoyo.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat pelestarian budaya lokal semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga kesenian tradisional tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya bangsa Indonesia.

(Anang HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *