CyberTNI.id | MADIUN – Peneliti asal Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Cahya Yudi Widianto, berhasil mengembangkan inovasi biodiesel BM-100 berbahan baku limbah organik, termasuk sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi tersebut kini memasuki tahap persiapan produksi dalam skala industri.
Teknologi yang dikembangkan mampu mengolah sekitar 1 kilogram limbah organik menjadi 1 liter biodiesel BM-100. Untuk mendukung pengembangan tersebut, tengah disiapkan rumah industri yang ditargetkan mampu memproduksi hingga 1.000 liter biodiesel per hari, sekaligus mengolah sedikitnya 3 ton limbah organik MBG setiap harinya.
Selain menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan, teknologi ini juga diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengurangi penumpukan sampah organik di tempat pembuangan akhir (TPA).
Biodiesel BM-100 yang dikembangkan Cahya Yudi Widianto telah melalui uji coba pada berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil dan truk, dengan hasil yang dinilai memuaskan dari sisi performa dan efisiensi.
Dengan estimasi biaya produksi sekitar Rp12.000 per liter, biodiesel BM-100 memiliki nilai ekonomis yang kompetitif. Tingginya minat pasar terhadap inovasi ini bahkan mulai menarik perhatian dari luar negeri.
Salah satu negara yang dikabarkan berminat mengadopsi teknologi tersebut adalah Nigeria, yang melihat inovasi ini sebagai solusi pengolahan limbah organik menjadi energi bersih dan berkelanjutan.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam pengembangan energi alternatif sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif dan berwawasan lingkungan.
(Nang)












