SDN 1 Gujeg Cirebon Tolak MBG dari SPPG Kalianyar, Diduga Ditemukan Belatung dan Makanan Tidak Layak Konsumsi

CyberTNI.id | CIREBON – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, menekan angka stunting, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Namun, pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Cirebon mendapat sorotan setelah SD Negeri 1 Gujeg, Desa Gujeg, Kecamatan Panguragan, secara tegas menolak distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalianyar.

Penolakan tersebut dilakukan setelah pihak sekolah menemukan dugaan makanan yang tidak layak konsumsi. Dalam beberapa paket MBG dilaporkan terdapat belatung pada mi dan sayuran, buah apel yang sudah busuk, serta lauk ayam yang telah mengeluarkan bau tidak sedap.

Kepala SDN 1 Gujeg, Dedi Sutardi, S.Pd., saat dikonfirmasi CyberTNI.id pada Kamis (6/8/2026), menjelaskan bahwa keputusan penolakan merupakan hasil rapat bersama orang tua siswa pada 1 Agustus 2026.

“Berdasarkan hasil rapat orang tua siswa kelas 1 sampai kelas 6 tanggal 1 Agustus 2026, SDN 1 Gujeg memutuskan menolak atau tidak bersedia menerima MBG dari SPPG Kalianyar Kecamatan Panguragan karena kualitas menu yang dinilai tidak layak. Ditemukan ulat di mi, ulat di sayur, apel yang sudah busuk, serta masakan ayam yang sudah berbau,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, keputusan tersebut bukan diambil karena satu kali kejadian, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai keluhan yang telah berulang. Menurutnya, pihak sekolah telah beberapa kali menyampaikan komplain kepada penyedia MBG, namun tidak memperoleh tanggapan yang memadai.

“Intinya kami menolak karena setiap ada keluhan, pihak SPPG tidak merespons. Ini merupakan akumulasi dari beberapa kejadian yang tidak pernah ditindaklanjuti. Di sekolah kami terdapat 160 siswa penerima MBG dan 11 guru, sehingga total ada 173 ompreng yang diterima setiap hari,” jelasnya.

Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa pihak sekolah tetap mendukung Program Makan Bergizi Gratis sebagai program nasional pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi peserta didik.

“Kami tetap mendukung program nasional ini karena sangat bermanfaat bagi anak-anak. Apabila ke depan ada SPPG lain yang mampu menyajikan makanan dengan kualitas lebih baik dan memenuhi standar kelayakan, kami siap kembali menerima MBG demi mendukung keberhasilan program pemerintah pusat yang diprakarsai Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Kalianyar belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan temuan makanan tidak layak konsumsi dan penolakan dari SDN 1 Gujeg. CyberTNI.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait untuk menjaga keberimbangan informasi.

 

 

(MOCH. MANSUR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *