Dialog Kebangsaan di Magetan, Mahasiswa dan Forkopimda Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

CyberTNI.id | MAGETAN — Kamis (13/8/2026) — Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Dialog Kebangsaan dan Ngopi Bareng Forkopimda bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kemahasiswaan/Pemuda (OKP) perguruan tinggi. Kegiatan berlangsung di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Forum tersebut menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, sekaligus berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat secara langsung kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pemerintah Kabupaten Magetan.

Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari keterlibatan mahasiswa dalam proses kebijakan publik, fasilitas dan infrastruktur, keselamatan lalu lintas dan jalan, hingga penguatan peran generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah.

Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan bahwa dialog tersebut merupakan wujud keterbukaan pemerintah dan Forkopimda dalam menerima serta mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung.

Sementara itu, Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Omi Girindra Sasmito mendorong mahasiswa agar menyampaikan gagasan dan masukan secara tertulis sehingga dapat dikaji lebih spesifik serta memiliki peluang untuk ditindaklanjuti.

Kepala Kejaksaan Negeri Magetan Soekesto Ariesto menekankan pentingnya membangun kemitraan antara aparat penegak hukum dan mahasiswa. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung terciptanya penegakan hukum yang berlandaskan keadilan.

Dari sisi pemerintah daerah, Sekda Magetan Welly Kristanto menjelaskan bahwa persoalan infrastruktur perlu ditangani sesuai kewenangan masing-masing. Karena itu, aspirasi masyarakat maupun mahasiswa perlu disalurkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan, termasuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Sementara itu, Bupati Magetan Bunda Nanik menyampaikan bahwa dialog tersebut bukan sekadar forum penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Forkopimda, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan.

“Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat memberikan usul, saran dan masukan, serta berpartisipasi melalui pemikiran maupun kegiatan yang dapat disinergikan dengan program pemerintah,” ujar Bunda Nanik.

Melalui dialog kebangsaan tersebut, Pemkab Magetan berharap komunikasi antara pemerintah dan generasi muda semakin terbuka. Aspirasi mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari masukan konstruktif dalam pembangunan daerah sekaligus memperkuat persatuan, nasionalisme, serta kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjaga sinergi lintas elemen sehingga Kabupaten Magetan tetap aman, kondusif, dan terus bergerak maju.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *