CyberTNI.id| KALIMANTAN TIMUR,Jumat (18/9/2026) — Pemikiran besar sering lahir dari keberanian mempertanyakan sesuatu yang dianggap biasa.
Prinsip itulah yang kini digaungkan Generasi Z di tengah derasnya arus informasi Publik
Di era digital yang bising, Generasi Z mengingatkan bahwa melawan kebodohan memang melelahkan. Namun, membiarkan kebodohan berkuasa justru jauh lebih berbahaya.
“Sebab, ketika kebodohan diberi ruang untuk memimpin, yang dipertaruhkan bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keadilan, kebebasan, dan masa depan masyarakat,” ujar Gen Z dalam keterangannya.
Menurut mereka, kebodohan yang dipelihara akan mudah menukar kebenaran dengan sesuatu yang viral, menukar keadilan dengan keuntungan sesaat, dan menukar kebebasan dengan tepuk tangan.
Generasi Z hidup di zaman di mana semua orang bisa bicara, namun tidak semua mau belajar. Di situlah keberanian diuji – bukan untuk menjadi yang paling keras, tetapi untuk tetap waras dan menjaga akal sehat.
Pesan yang disampaikan cukup tegas: Jangan lelah berpikir, terus tumbuh, dan jangan diam ketika akal sehat disingkirkan.
Tiga hal yang ditekankan untuk dijaga bersama adalah berani mempertanyakan hal yang dianggap biasa, membedakan antara belum tahu dan bangga akan kebodohan, serta terus merawat akal sehat melalui literasi, diskusi, dan tulisan.
Gerakan ini menjadi pengingat bahwa berpikir kritis bukan kelemahan, melainkan sebuah bentuk perlawanan.
(Nang)












