Geger Pacinan Fakta Kelam Keraton Kartasura Pakubuwono II Melarikan diri Ke Madiun Raya Tahun 1742

CyberTNI. Id|MADIUN – Geger Pecinan tak hanya membuat Keraton Kartasura porak-poranda. Rajanya, Pakubuwana II, bahkan harus dilarikan hingga ke Ponorogo di Brang Wetan – istilah sejarah untuk wilayah Madiun Raya dan sekitarnya – selama 6 bulan lamanya. Rabu (28/10/2026)

Dalam pelariannya dari istana, Pakubuwana II sampai harus dibantu oleh Komandan VOC. Fakta itu ditulis Lucien Adam dalam catatannya yang kemudian dibukukan dengan judul _Antara Lawu dan Wilis_.

Lucien Adam sendiri adalah Residen Madiun antara 1934 hingga 1938 dan Gubernur Yogyakarta antara 1939 hingga 1942 saat Jepang datang.

“Pada peristiwa itu, Sunan Pakubuwana II (bertahta 1726-49) yang putus asa harus melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya melalui sebuah lubang di tembok keraton sambil digendong oleh Komandan VOC Kapten Jacob Andries Baron van Hohendorf … yang menjabat Residen Kartasura/Surakarta pada 1741-48,” tulis Peter Carey dalam prolog buku tersebut.

PB II tercatat sampai di Ponorogo pada 8 Juli 1742 dan baru kembali ke Keraton Kartasura pada 21 Desember di tahun yang sama.

Geger Pecinan, dengan Sunan Kuning sebagai simbol perlawanannya, memang berhasil dipadamkan. Meski begitu, Keraton Kartasura hancur lebur. Karena itulah, PB II akhirnya memutuskan untuk pindah ke lokasi di mana Keraton Surakarta sekarang berada.

 

 

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *