CyberTNI.id|YOGYAKARTA, Minggu (16/8/2026) Dua ekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) bernama Deo dan Sinta, koleksi Gembira Loka Zoo Yogyakarta, menjalani perjalanan panjang menuju rumah baru mereka di Tabang Zoo, Kalimantan Timur.
Translokasi tersebut menjadi perhatian publik karena jarak yang harus ditempuh mencapai sekitar 1.671 kilometer, dengan perjalanan dilakukan melalui jalur darat dan laut. Pemindahan satwa berukuran besar ini juga memunculkan perhatian dari komunitas pencinta satwa, terutama mengenai kondisi dan kesejahteraan kedua gajah selama perjalanan.
Berangkat dari Gembira Loka Zoo
Deo dan Sinta sebelumnya merupakan satwa titipan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Keduanya dievakuasi dari Objek Wisata Linggoasri, Kabupaten Pekalongan, pada akhir September 2024 dan kemudian ditempatkan di Gembira Loka Zoo.
Menurut informasi Gembira Loka Zoo, Deo merupakan gajah jantan berusia sekitar 30 tahun, sementara Sinta adalah gajah betina berusia sekitar 40 tahun.
Setelah menjalani perawatan dan berada di bawah pengelolaan Gembira Loka Zoo, keduanya kemudian dipindahkan ke fasilitas konservasi di Kalimantan Timur.
Menempuh 1.671 Kilometer
Perjalanan Deo dan Sinta bukanlah perjalanan singkat. Keduanya harus menempuh ribuan kilometer dengan kombinasi transportasi darat dan laut.
Dari Yogyakarta, kedua gajah diangkut menggunakan kendaraan khusus menuju pelabuhan. Selanjutnya, kendaraan pengangkut harus masuk ke kapal penyeberangan jenis ro-ro untuk melintasi perairan menuju Pulau Kalimantan.
Dengan rute darat dan laut tersebut, perjalanan berlangsung selama beberapa hari sebelum akhirnya mencapai tujuan di Kalimantan Timur.
Jarak sekitar 1.671 kilometer membuat proses translokasi ini menjadi perhatian tersendiri. Pengangkutan satwa besar membutuhkan persiapan khusus, mulai dari kendaraan, kandang angkut, pengawasan tenaga medis, hingga kebutuhan pakan dan air selama perjalanan.
Rumah Baru di Tabang Zoo
Tujuan akhir Deo dan Sinta adalah Tabang Zoo di Kalimantan Timur, sebuah fasilitas konservasi eks-situ yang menjadi tempat baru bagi keduanya.
Informasi yang beredar di komunitas pemerhati gajah menyebutkan bahwa Tabang Zoo berkaitan dengan Bayan Group, perusahaan yang memiliki aktivitas pertambangan di Kalimantan Timur. Fasilitas tersebut disebut bersifat terbatas dan tidak seperti kebun binatang umum yang dapat dikunjungi masyarakat secara bebas.
Karena itu, pemindahan Deo dan Sinta tidak hanya menarik perhatian karena jaraknya, tetapi juga karena publik ingin mengetahui seperti apa kondisi tempat yang akan menjadi rumah baru kedua gajah tersebut.
Kekhawatiran soal Kondisi Selama Perjalanan
Perjalanan ribuan kilometer tentu menjadi tantangan tersendiri bagi satwa dengan ukuran tubuh dan kebutuhan biologis seperti gajah.
Di media sosial, sejumlah warganet dan pemerhati satwa mempertanyakan berbagai aspek translokasi tersebut. Di antaranya adalah durasi perjalanan, ruang gerak selama berada di kendaraan, kebutuhan makan dan minum, kondisi fisik, serta tingkat stres yang mungkin dialami kedua gajah.
Kekhawatiran tersebut pada dasarnya berangkat dari perhatian terhadap kesejahteraan satwa. Gajah merupakan mamalia besar yang membutuhkan ruang, aktivitas fisik, serta penanganan khusus ketika harus dipindahkan dalam perjalanan jarak jauh.
Namun, pemindahan satwa konservasi juga merupakan proses yang membutuhkan perencanaan dan pengawasan khusus. Karena itu, kondisi Deo dan Sinta selama perjalanan serta fasilitas yang mereka tempati setelah tiba menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Dari Linggoasri, Yogyakarta, hingga Kalimantan
Perjalanan Deo dan Sinta memiliki rangkaian cerita yang cukup panjang. Keduanya sebelumnya dievakuasi dari Linggoasri, kemudian dirawat di Gembira Loka Zoo, dan pada Agustus 2026 kembali menjalani perpindahan dengan menempuh ribuan kilometer menuju Kalimantan Timur.
Bagi publik, perjalanan tersebut bukan sekadar perpindahan dua ekor gajah dari satu tempat ke tempat lain. Translokasi ini juga menjadi pengingat bahwa pengelolaan satwa dilindungi membutuhkan perhatian terhadap aspek konservasi sekaligus kesejahteraan hewan.
Kini, perhatian publik tertuju pada satu hal: semoga Deo dan Sinta tiba dengan selamat, dalam kondisi sehat, dan dapat menjalani kehidupan yang baik di rumah baru mereka di Tabang Zoo.
(Nang)












