CyberTNI.Id|BOJONEGORO – Warga Bojonegoro tidak menunggu bantuan truck tangki, mereka bertindak. Hadapi ancaman kekeringan yang melanda Jawa Timur, warga punya cara jitu: Menabung Air Hujan dengan Tanam Pohon dan Lubang Resapan.
Seperti terlihat dalam foto — warga dari berbagai kalangan, pria berpeci merah, ibu berjilbab hijau, bersama-sama menanam bibit pohon di lahan desa. Ember merah, karung pupuk, dan bibit pisang disiapkan — ini bukan seremonial, tapi gerakan Kedaulatan Air.
CARA BOJONEGORO MENABUNG AIR HUJAN
1. Tanam Pohon Pengeras Air:Setiap pohon yang ditanam seperti di foto mampu menyimpan 100-200 liter air di akarnya. Akar pohon adalah tandon alami paling awet.
2. Lubang Resapan di Sekitar Pohon: Saat tanam, warga membuat lubang resapan agar air hujan tidak mengalir sia-sia, tapi meresap ke tanah.
3. Embung & Tandon Desa: Air hujan dari atap rumah ditampung, kelebihan dialirkan ke embung desa untuk musim kemarau.
4. Gerakan Gotong Royong:
Desa yang rutin tanam pohon seperti ini terbukti mata airnya tidak pernah kering, bahkan saat puncak kemarau Agustus-Oktober. Bojonegoro yang dulu langganan kekeringan, kini jadi contoh nasional.
Manusia yang sadar Takdir Menanam pohon berarti menabung kehidupan. Air dari langit harus kembali ke bumi, bukan lari ke laut. Bojonegoro telah menunjukkan jalan.
Lestarikan bumi, maka bumi melestarikan kita.
(Nang)












