CyberTNI.id|BLITAR,Minggu (19/4/2026) —Kelangkaan gas elpiji yang belakangan dikeluhkan masyarakat mendorong munculnya inovasi alternatif bahan bakar rumah tangga.
Salah satunya datang dari Dusun Dawung, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben Kabupaten blitar Provinsi Jawa timur melalui tangan dingin seorang warga bernama Andi.
Di tengah kondisi sulitnya mendapatkan gas elpiji, warga Kesamben ini berhasil menciptakan kompor dengan bahan bakar dari limbah, yakni oli bekas dan minyak goreng bekas.
Inovasi ini menjadi solusi praktis sekaligus ekonomis bagi warga yang terdampak kelangkaan.
Meski menggunakan bahan bakar dari limbah, performa kompor buatan pria ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Nyala api yang dihasilkan tampak stabil dan berwarna biru, menyerupai api pada kompor gas elpiji pada umumnya.
Secara bentuk, kompor tersebut memiliki desain sederhana berupa rangka besi yang kokoh. Di bagian tengah terdapat tungku sebagai tempat pembakaran, serta wadah khusus untuk menampung oli dan minyak goreng bekas sebagai bahan bakar utama.
Andi menjelaskan, dalam sekali pengisian bahan bakar, kompor buatannya mampu menyala hingga kurang lebih setengah hari. Ketahanan ini dinilai cukup efisien untuk kebutuhan memasak rumah tangga sehari-hari.
“Kalau untuk kebutuhan memasak, sekali kita isi bahan bakar nyalanya bisa tahan kurang lebih setengah hari,” ujarnya.
Menurutnya, ide pembuatan kompor ini muncul dari keresahan pribadi saat kesulitan mendapatkan gas elpiji. Ia kemudian mencoba memanfaatkan limbah yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sebagai alternatif bahan bakar.
Tak disangka, inovasi tersebut justru mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga yang mulai melirik kompor buatannya sebagai solusi di tengah kelangkaan gas.
(Nang)












