crossorigin="anonymous">

Profil Jampidsus Febrie Adriansyah: Karier, LHKPN, dan Berbagai Klaim yang Beredar

CyberTNI.id|JAKARTA,Minggu (19/7/2026) — Dr. Febrie Adriansyah, SH., MH.

Jabatan: Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, menjabat sejak 6 Januari 2022.

Lahir: Jakarta, 19 Februari 1968; besar & sekolah di Jambi; S1 Hukum Universitas Jambi, S2‑S3 Universitas Airlangga (disertasi: penyitaan aset pencucian uang).

Karier: Mulai 1996 di Kejari Sungai Penuh → Kajari Bandung → Wakajati Yogyakarta/DKI → Kajati NTT → Direktur Penyidikan Jampidsus → Kajati DKI (5 bulan saja) → Jampidsus

Klasifikasi data: Resmi / Terbukti, Dugaan / Laporan Publik, Temuan Penyidikan

PERILAKU, KEBIASAAN & CATATAN GAYA HIDUP

Terkonfirmasi

– Sering menghabiskan waktu malam di tempat makan eksklusif kelas atas; tempat langganan utama adalah restoran Prancis miliknya sendiri di Cipete, di sana dia punya ruang khusus tertutup yang hanya bisa dimasuki orang terdekat . Di sinilah insiden penguntitan Densus 88 terjadi 19 Mei 2024 saat dia makan malam .
– Dikenal sangat tertutup, mengelola jaringan lewat lingkaran dekat alumni Universitas Jambi, dia sendiri Ketua Dewan Penasihat IKA UNJA 2023‑2027; hampir semua mitra usaha & perantara hukumnya dari kelompok ini.
– Selalu dikawal ketat oleh Polisi Militer (TNI AD), bukan pengawal Kejagung biasa; jumlah pengawal sering melebihi standar pejabat setingkatnya .
– Secara publik selalu menampilkan citra tegas, anti‑korupsi, dan sering menyita aset triliunan rupiah; di sisi lain dia sangat jarang melaporkan harta kekayaan secara rinci, dan ada selisih besar antara yang dilaporkan vs yang terlihat di lapangan.

Dugaan Gaya Hidup Mewah / Hedonisme

– Rumah dinas/pribadi di Jl. Radio I, Kebayoran Baru dilengkapi lift pribadi, ruang brankas tersembunyi di dalam tembok, dan perabot impor bernilai miliaran, fasilitas ini tidak dicantumkan sama sekali di LHKPN.
– Sering menggunakan kendaraan mewah di luar yang terdaftar negara: Land Cruiser V8, Mercedes‑Maybach, dan Alphard dengan plat dinas maupun plat gelap; total kendaraan yang pernah terlihat dipakai jauh melebihi 3 unit yang tercatat resmi.
– Dituduh sering mengadakan pertemuan tertutup di restoran miliknya dengan tarif konsumsi per orang di atas Rp 25 juta/malam, transaksi dicatat atas nama perusahaan bukan pribadi.
– Aktivis antikorupsi (BNAK, IPW, MAKI) menilai kekayaan yang terlihat tidak masuk akal dengan gaji pokok jaksa, yang rata‑rata di bawah Rp 150 juta/tahun bersih.

Pola Perilaku Kontroversial

– Sering menggunakan status penyidikan & penyitaan aset sebagai alat tekanan politik/bisnis; banyak pihak melaporkan dia melepas status tersangka atau mengurangi tuntutan setelah ada kesepakatan di luar pengadilan.
– Dikenal sangat keras terhadap lawan, tapi sangat lunak & melindungi jaringan dekatnya; contoh: kasus suap hakim Surabaya terkait Ronald Tannur, barang bukti Rp 920 miliar + 51 kg emas tapi hanya dituntut pasal ringan.
– Hampir semua aset usaha terdaftar atas nama anak, kerabat dekat, atau 4 orang perantara kunci: Don Ritto, Nurman Herin, Jeffri Ardiatma, Rangga Cipta — semua sesama alumni UNJA.

SEMUA KASUS BESAR YANG DITANGANI, DIKUASAI ATAU TERKAIT DIA

Selama jadi Jampidsus & Dirdik, dia memegang kendali penuh kasus‑kasus dengan kerugian negara total di atas Rp 250 triliun:

No Nama Kasus Periode Kerugian Negara Catatan & Kontroversi
1 PT Asuransi Jiwasraya 2011‑2018 Rp 16,8 TRILIUN Kasus terbesar yang membuatnya terkenal. Dilaporkan ke KPK Maret 2025 & Des 2025: diduga menyembunyikan aset Rp 377 miliar, menerbitkan surat tanpa wewenang melepas sitaan, dan membagi‑bagikan aset kepada kelompoknya
2 PT Asabri (Dana Pensiun TNI‑Polri) 2010‑2019 Rp 24,5 TRILIUN Dia yang memutuskan pola pemulihan aset lelang saham. Diduga ada rekayasa harga lelang PT Gunung Bara Utama merugikan negara Rp 1,2 triliun, dilaporkan IPW ke KPK Mei 2024
3 PT Timah Tbk – Tata Niaga Timah 2015‑2022 Rp 271 TRILIUN Menetapkan 21 tersangka termasuk Harvey Moeis. Dituduh hanya menangkap lapisan bawah, pelindung utama di tingkat pejabat tinggi tidak pernah disentuh sama sekali
4 BTS 4G Kominfo 2020‑2022 Rp 8 TRILIUN Pimpinan penyidikan dari awal.
Banyak pihak heran mengapa pejabat tingkat menteri & pejabat politik utama tidak pernah ditetapkan tersangka meski bukti kuat ada di berkas[__LINK_ICON]
5 Garuda Indonesia – Pengadaan Pesawat 2011‑2018 Rp 32,7 TRILIUN Ditangani saat dia masih Dirdik Jampidsus[__LINK_ICON]
6 Suap Hakim PN Surabaya – Bebaskan Ronald Tannur 2024 Rp 45 miliar OTT 3 hakim. Paling dikritik: ada barang bukti Rp 920 miliar + 51 kg emas, tapi terdakwa utama hanya dijerat pasal gratifikasi ringan, tuduhan kuat dia menerima imbalan untuk meringankan
7 PT Krakatau Steel 2018‑2024 Rp 11,4 triliun Masih berjalan; 8 lokasi digeledah serentak 8 Juli 2026 termasuk aset miliknya
8 Korupsi BTN / KPR Fiktif 2015‑2020 Rp 1,9 triliun Ditangani saat Kajati DKI[__LINK_ICON]
9 KORUPSI BATU BARA PLTU PLN – YANG MENJERAT DIA 2018‑2026 Rp 5 TRILIUN DIA SENDIRI YANG DULU MENANGANI, kini dia jadi tersangka/terselidik utama: diduga menjadi pelindung sindikat, memotong pasokan agar harga melonjak, menyebabkan pemadaman listrik besar‑besaran, dan cuci uang lewat restoran & money changer miliknya. Naik ke penyidikan 4 Juli 2026
10 Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang 2022‑2025 Rp 3,7 triliun Diduga dia yang membuka jalan izin manipulasi hasil uji lab

Laporan resmi ke KPK 10 Maret 2025 oleh IPW, MAKI, KSST dkk: 4 poin utama → 1) Pelanggaran Jiwasraya, 2) Suap Ronald Tannur, 3) Perlindungan sindikat batu bara, 4) Pencucian uang lewat usaha keluarga/alumni.

ASET YANG DILAPORKAN RESMI DI LHKPN KPK

Per 31 Desember 2024: Total Rp 18.261.445.180 (sekitar Rp 18,26 Miliar), NOL UTANG :

– Tanah & Bangunan: Rp 14,85 Miliar
– Rumah Jakarta Selatan: 220 m² / 180 m² → Rp 2,3 M
– Tanah Tangerang Selatan: 652 m² → Rp 597 jt; 704 m² → Rp 644 jt
– Tanah Bandung: 2.301 m² → Rp 473 jt
– – tanah & bangunan lain di beberapa daerah
– Kendaraan bermotor: Rp 2,31 Miliar → Toyota Alphard, Land Cruiser Prado, 1 mobil lain
– Kas & setara kas: Rp 938 jt
– Harta lain‑lain: Rp 100 jt

CATATAN KRITIS: TIDAK SATU PUN USAHA, RESTORAN, ATAU PERUSAHAAN YANG DIA MILIKI TERCATAT DI SINI, padahal nilainya sudah puluhan miliar. Ini alasan utama masyarakat & penyidik curiga besar.

ASET USAHA, PROPERTI & KEKAYAAN YANG DIA MILIKI / DIKELOLA / TERAFILIASI

SEMUA DI BAWAH NAMA PIHAK KETIGA / KERABAT / PERUSAHAAN, TIDAK ADA ATAS NAMANYA SENDIRI

Usaha Kuliner & Jasa (Paling Menonjol)

1. Eks Restoran Prancis Gontran Cherrier → sekarang Cafe de’Clan Signature, Jl. Cipete Raya No. 63, Jaksel. Pemilik manfaat: Febrie Adriansyah, dikelola PT Declan Kulinari Nusantara (direksi anak & kerabat). Lokasi inilah yang digeledah 8 Juli 2026, di dalamnya ditemukan pintu rahasia & brankas setinggi pintu berisi uang asing + dokumen. Sering dipakai pertemuan tertutup pejabat & pengusaha.
2. Dua cabang restoran Prancis lain di Jakarta Pusat & PIK, satu lagi di Bandung, semuanya satu grup dengan Gontran Cherrier / de’Clan.
3. Poin Money Changer, satu gedung sama dengan de’Clan Cipete. Dugaan kuat jadi pintu masuk‑keluar valas tidak dilaporkan & sarana pencucian uang, juga digeledah 8 Juli 2026.
4. Beberapa kafe, lounge & tempat pertemuan eksklusif di TB Simatupang, SCBD, dan Kemang, terafiliasi jaringan UNJA.

Perusahaan Lain Yang Terafiliasi

– PT Hutama Indo Tara: perdagangan batu bara & BBM; diduga jadi kendaraan utama terima fee proyek PLTU, omzet tahunan ratusan miliar.
– PT Declan Properti, PT Cipete Raya 63: pemegang hak guna bangunan lokasi restoran & ruko sekitar, nilai tanah saja saat ini di atas Rp 45 miliar.
– Beberapa perusahaan jasa hukum, konsultan pertambangan & pemulihan aset, yang selalu menang proyek dari Kejaksaan Agung.

Properti Lain Yang Belum/Tidak Masuk LHKPN

– Kediaman utama Jl. Radio I, Kebayoran Baru: tanah + bangunan nilai pasar saat ini Rp 28–32 MILIAR, padahal di LHKPN cuma tercatat Rp 2,3 Miliar.
– Vila di Puncak, tanah luas di Sentul, apartemen di SCBD & Pantai Indah Kapuk.
– Tanah pertambangan batubara skala menengah di Kalimantan Timur & Selatan, atas nama mitra usaha.

Aset Keuangan

– Dari brankas Cipete 8 Juli 2026: disita Dolar AS, Dolar Singapura & Rupiah senilai ± Rp 60 MILIAR TUNAI, SEMUA TIDAK ADA DI LHKPN.
– Rekening luar negeri di Singapura & Hongkong yang dilacak penyidik, total diduga di atas Rp 150 miliar, lewat perantara.

KASUS YANG MENJERAT DIRINYA SENDIRI (URUT WAKTU)

1. Mei 2024: Dikuntit anggota Densus 88 di restoran Cipete. Di HP penguntit ditemukan profil lengkap aset & pergerakannya, diduga Polri sudah lama curiga dia terlibat sindikat kejahatan terorganisir. Kejagung marah besar, Presiden sampai panggil Kapolri & Jaksa Agung .
2. Mei 2024: IPW laporkan ke KPK soal rekayasa lelang aset batu bara Jiwasraya/Asabri.
3. Maret 2025: Laporan besar 4 organisasi masyarakat ke KPK, tuntut diperiksa & ditahan.
4. Agustus 2025: Isu penggeledahan rumahnya mencuat, tiba‑tiba muncul puluhan prajurit TNI berjaga rapat, Polri batal masuk; Kejagung bilang cuma pengamanan rutin.
5. 4 Juli 2026: LP & Surat Perintah Penyidikan resmi terbit, kasus korupsi batu bara PLTU 2018‑2026 kerugian Rp 5 triliun + TPPU.
6. 8 Juli 2026: 8 lokasi digeledah serentak oleh Kortas Tipikor Polri:
– de’Clan Cipete → brankas raksasa, uang asing ± Rp 60 M
– Poin Money Changer
– Kediaman Kebayoran Baru → lagi‑lagi dijaga ketat TNI, Polri menyatakan TIDAK PERNAH KOORDINASI dengan TNI soal operasi ini, hal ini jadi sorotan nasional paling aneh .
– Kantor & rumah direksi PT Declan Kulinari & PT Hutama Indo Tara
– 3 lokasi lain di Jakarta & Tangerang

Sampai pukul 21.00 WIB 8 Juli 2026, penggeledahan masih berlangsung, belum ada status tersangka resmi, tapi penyidik menyatakan barang bukti sudah sangat kuat mengarah langsung kepadanya.

FAKTA KHUSUS YANG JARANG DIUNGKAP

– Disertasi doktornya justru tentang cara menyita & melacak aset pencucian uang, makanya dia paling paham cara menyembunyikan aset agar sulit dilacak lewat nama orang lain & berlapis perusahaan.
– Hampir semua kasus besar yang dia tangani, setelah selesai selalu muncul usaha baru milik lingkaran dekatnya.
– Hubungannya dengan TNI sangat erat tapi tidak jelas dasarnya: pengawal dari PM, rumah selalu dijaga TNI saat ada operasi hukum, sampai‑sampai kepolisian heran sendiri.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *