CyberTNI.id|BALI,Selasa (18/8/2026) —Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat patriotisme rakyat Indonesia kembali bergejolak.
Di tengah momentum bersejarah ini, seruan tegas bergema dari berbagai penjuru tanah air: musuh utama bangsa dan rakyat Indonesia saat ini bukanlah lagi penjajah asing, melainkan para koruptor yang melanggar Hukum merampok uang rakyat
Aliansi masyarakat Pati demo ke gedung Dewan perwakilan Rakyat suarakan kebenaran dan keadilan terutama tuntutan undang -undang perampasan aset koruptor segera di sahkan ,Koruptor di hukum mati ,Koruptor di miskinkan
Peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan seremonial, tetapi juga momentum refleksi nasional yang mendalam.
Korupsi dipandang sebagai bentuk penjajahan gaya baru (extraordinary crime) yang menghambat cita-cita luhur bangsa.
“Musuh Bangsa dan Rakyat Indonesia Saat Ini Koruptor”, ditekankan pentingnya transformasi semangat perjuangan pahlawan masa lalu menjadi gerakan antikorupsi di era modern.
Rakyat Indonesia dari berbagai kalangan mulai dari generasi muda, akademisi,Tokoh masyarakat Tokoh agama hingga masyarakat sipil bersatu padu menunjukkan komitmen kuat untuk mengawal integritas bangsa. Koruptor dinilai telah mengkhianati amanat penderitaan rakyat serta mencederai nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, perlawanan terhadap tindak pidana korupsi merupakan wujud nyata bela negara dan patriotisme masa kini.
Seluruh elemen masyarakat sehat dan kritis untuk memperkuat pengawasan Progam Pemerintah Pusat.Propinsi,Kabupaten/Kota menanamkan nilai kejujuran sejak dini, serta mendukung penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku kejahatan korupsi.
Bersatu, bergerak, dan berdaulat Indonesia bebas korupsi adalah harga mati demi terwujudnya Masyarakat sejahtera berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
(Nang)












