Tim Penyuluhan Mabes TNI Dorong Generasi Muda Sokan Ubah Pola Berladang Tanpa Membakar

CyberTNi.id | MELAWI – Tim Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI terus mendorong perubahan pola berladang di tengah masyarakat, khususnya dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya Karhutla.

Pesan tersebut disampaikan Tim Penyuluhan Mabes TNI saat melaksanakan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi, yang dipimpin oleh **Kolonel Czi Hari Darmika**. Dalam kegiatan tersebut, pendekatan penyuluhan lebih diarahkan kepada para pemuda dan tokoh pemuda yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus dalam menerapkan pola berladang yang lebih ramah lingkungan.

Kolonel Czi Hari Darmika menekankan bahwa upaya pencegahan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui penanganan ketika api sudah muncul. Perubahan perilaku dan pola pengelolaan lahan perlu dipersiapkan sejak sekarang, terutama dengan membangun kesadaran generasi muda agar ke depan tidak lagi menjadikan pembakaran sebagai pilihan dalam membuka maupun mengelola lahan.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa perubahan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus mengajak lingkungan sekitarnya untuk mulai meninggalkan cara-cara berladang yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan menggantinya dengan cara yang lebih aman serta berkelanjutan.

“Penyuluhan ini kami arahkan kepada para pemuda dan tokoh-tokoh pemuda karena merekalah yang nantinya akan meneruskan kegiatan berladang. Harapannya, ke depan pola berladang tidak lagi dilakukan dengan cara membakar, sehingga risiko terjadinya Karhutla dapat semakin ditekan,” ujar Kolonel Czi Hari Darmika.

Pendekatan kepada generasi muda dinilai penting karena perubahan pola berladang membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan secara instan. Kebiasaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun perlu secara bertahap diarahkan kepada pola pengelolaan lahan yang lebih aman, tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas pertanian.

Karena itu, para pemuda dan tokoh pemuda di Kecamatan Sokan diharapkan tidak hanya menjadi

 

 

Pimum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *