crossorigin="anonymous">

Wamenag RI: Memasuki Abad Kedua, Gontor Emban Amanah Internasional dengan Karakter sebagai Fondasi Utama

CyberTNI.id|PONOROGO,Minggu (21/6/2026) — Pondok Modern Darussalam Gontor resmi menapaki usia satu abad. Di momen bersejarah ini, Gontor tak sekadar merayakan. Ribuan kiai, mubaligh, dan alumni dari seluruh penjuru negeri berkumpul dalam Sarasehan Nasional untuk merumuskan arah baru menghadapi tantangan abad kedua.

Forum ini jadi penanda Gontor tak mau terjebak nostalgia. Tantangan globalisasi dan disrupsi teknologi jadi bahasan utama. Bagaimana pesantren tetap relevan tanpa kehilangan jati diri.

Selama 100 tahun, Gontor diakui tumbuh menjadi salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia. Jaringan alumninya menggurita: mengisi ruang pendidikan, mimbar dakwah, kursi pemerintahan, hingga kancah dunia usaha. Ini jadi modal sosial terbesar Gontor masuk abad kedua.

*Wakil Menteri Agama RI* yang hadir menegaskan amanah Gontor kini lebih besar. “Gontor bukan hanya kebanggaan Indonesia. Peran internasionalnya nyata. Tantangan ke depan adalah menjaga relevansi sekaligus menjawab dinamika zaman yang begitu cepat,” ujarnya.

Meski bicara teknologi dan globalisasi, Gontor menegaskan satu hal tak berubah: Pembentukan karakter tetap jadi fondasi utama. Di tengah gempuran AI dan medsos, Gontor mau melahirkan generasi yang siap mengabdi. Bukan hanya untuk umat dan bangsa, tapi berkontribusi bagi peradaban dunia.

Sarasehan Nasional ini menghasilkan poin strategis untuk 100 tahun ke depan: penguatan kurikulum, digitalisasi pesantren tanpa hilangkan ruh kepengasuhan, hingga ekspansi peran alumni di kancah global.

Satu abad berlalu. Abad kedua Gontor dimulai dengan ikhtiar baru: modern tanpa tercerabut, mendunia tanpa kehilangan akar.

 

 

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *