Pelabuhan Sibolga Ramai Aktivitas Bongkar Muat, Cold Storage Jaga Kualitas Hasil Perikanan

CyberTNI.id | SIBOLGA — Aktivitas sektor perikanan di Kota Sibolga, Sumatera Utara, menunjukkan geliat positif pada Oktober 2026. Mulai dari kegiatan bongkar muat hasil tangkapan di pelabuhan hingga penyimpanan ikan di fasilitas cold storage, seluruh proses tersebut memiliki peran penting dalam mendukung distribusi hasil laut dan menjaga kualitas komoditas perikanan.

Berdasarkan pantauan awak media CyberTNI.id dan Pratama News di Pelabuhan Sibolga, sejumlah kapal nelayan, di antaranya KM Nelayan 07 dan KM Bahari 12, terlihat melakukan aktivitas bongkar muat ikan sejak pagi hari. Hasil tangkapan tersebut selanjutnya dipersiapkan untuk didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk Medan dan Jakarta.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga menyampaikan bahwa hasil tangkapan nelayan mengalami peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi cuaca yang mendukung disebut menjadi salah satu faktor yang membantu aktivitas penangkapan ikan.

“Cuaca baik, hasil tangkapan melimpah. Pelabuhan Sibolga terus kita benahi agar pelayanan lebih cepat,” ujarnya.

Peningkatan hasil tangkapan tersebut disambut positif oleh para nelayan. Kelancaran proses bongkar muat dinilai membantu mempercepat distribusi ikan dan mengurangi waktu tunggu kapal di pelabuhan.

“Alhamdulillah, sekarang bongkar muat cepat, tidak antre lama. Hasil ikan kami langsung bisa dikirim ke Medan dan Jakarta,” kata Jonson, nakhoda KM Bahari 12.

Pelabuhan Sibolga memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan perikanan di wilayah pantai barat Sumatera Utara. Berbagai jenis ikan, seperti tongkol, tuna, dan cakalang, menjadi komoditas yang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah daerah.

Untuk menunjang kelancaran kegiatan tersebut, peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan menjadi salah satu aspek penting. Ketersediaan peralatan pendukung, seperti crane dan forklift, diharapkan dapat mempercepat proses bongkar muat sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Selain aktivitas di pelabuhan, keberadaan fasilitas penyimpanan beku atau cold storage juga menjadi bagian penting dalam rantai pasok perikanan di Sibolga. Fasilitas ini membantu menjaga kualitas ikan sebelum dipasarkan maupun dikirim ke daerah lain.

Dalam kesempatan yang sama, awak media CyberTNI.id dan Pratama News berkesempatan melihat secara langsung proses penyimpanan ikan di salah satu fasilitas cold storage di Sibolga. Berdasarkan pengamatan di lokasi, suhu ruang penyimpanan mencapai minus 20,3 derajat Celsius.

Berbagai jenis ikan, termasuk tongkol dan tuna, disimpan menggunakan keranjang khusus dengan berat sekitar 12 kilogram per keranjang. Para pekerja juga mengenakan alat pelindung diri (APD) untuk menunjang keselamatan selama bekerja di lingkungan bersuhu rendah.

Pemilik fasilitas cold storage menjelaskan bahwa penyimpanan beku memiliki peran penting dalam mempertahankan mutu ikan dan mendukung kelancaran distribusi hasil perikanan.

“Tanpa cold storage, ikan akan cepat rusak. Dengan suhu minus 20 derajat, ikan bisa tahan berbulan-bulan dan kualitas tetap terjaga untuk dijual lagi,” jelasnya.

Penyimpanan pada suhu rendah membantu memperlambat penurunan mutu ikan. Meski demikian, daya tahan produk selama penyimpanan tetap bergantung pada kondisi awal ikan, proses penanganan, kebersihan fasilitas, serta konsistensi pengendalian suhu.

Keberadaan cold storage juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengelola persediaan hasil tangkapan sebelum dipasarkan. Dengan penanganan yang tepat, kualitas ikan diharapkan tetap terjaga sehingga memiliki nilai jual dan daya saing yang lebih baik.

Sementara itu, Dinas Perikanan Kota Sibolga disebut terus mendorong tersedianya fasilitas penyimpanan ikan yang memadai guna mendukung pengembangan sektor perikanan daerah.

“Sibolga sebagai kota ikan, wajib punya cold storage yang memadai. Ini untuk meningkatkan nilai jual ikan nelayan,” kata seorang perwakilan Dinas Perikanan.

Selain menjaga kualitas hasil laut, fasilitas cold storage turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Kegiatan operasionalnya juga mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja dalam penanganan dan penyimpanan ikan secara tepat.

Aktivitas bongkar muat yang didukung fasilitas penyimpanan memadai diharapkan mampu memperkuat rantai distribusi hasil perikanan Sibolga. Sinergi antara pemerintah, pengelola pelabuhan, pelaku usaha, dan nelayan menjadi faktor penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan, memperluas jangkauan pemasaran, serta mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan pengelolaan yang baik dan peningkatan fasilitas secara berkelanjutan, sektor perikanan Sibolga diharapkan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

 

 

Vera Junika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *