CyberTNI.id|KOTA MADIUN — Gerai Permanen Belum Rampung, Koperasi Merah Putih Kota Madiun Sukses Tembus Transaksi Rp1,3 Miliar
Nilai transaksi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Madiun mencatatkan nilai yang fantastis.
Meski belum satu pun gerai permanen yang rampung 100 persen, nilai transaksi dari 27 KKMP di Simkopdes mencapai Rp 1,3 miliar.
Komoditas yang paling laku adalah Beras Medium SPHP 5 kilogram dengan nilai transaksi mencapai Rp 729.120.000.
Sedangkan kecamatan yang paling tinggi mencatatkan transaksi adalah Kecamatan Taman dengan nilai mencapai Rp 648.576.000.
Pemkot Madiun sendiri mencatat omzet KKMP bahkan lebih besar dari Simkopdes yaitu Rp 2,3 miliar hingga Agustus 2026.
Sejumlah koperasi memanfaatkan aset dan fasilitas yang tersedia di masing-masing kelurahan, mulai dari ruang di kantor kelurahan hingga lapak UMKM.
“Sejak berdiri 2025 lalu sudah kita dorong untuk langsung operasional. Mulai merekrut anggota sebanyak-banyaknya, sehingga nanti ada simpanan pokok dan wajib. Ini supaya bisa digunakan untuk operasional, khususnya di sektor sembako,” tutur Angga.
Untuk jenis usaha, mayoritas KKMP di Kota Madiun bergerak di sektor perdagangan kebutuhan pokok. Komoditas yang dijual antara lain beras, minyak goreng, dan gula.
Untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut, KKMP telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak. Beras, misalnya, dipasok melalui Bulog, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sedangkan minyak goreng yang dipasarkan berupa Minyakita.
Sementara kebutuhan gula dipenuhi melalui kerja sama dengan PT. Pabrik Gula (PG) Rajawali.
“Rata-rata hampir semua KKMP bergerak di sektor perdagangan sembako, utamanya beras dan minyak. Untuk beras, kita belum bekerja sama dengan Agrinas, tetapi sudah bekerja sama dengan Bulog,” kata Angga.
Meski demikian, tidak seluruh KKMP hanya mengandalkan perdagangan sembako. Sejumlah koperasi mulai mengembangkan usaha lain sesuai potensi wilayah masing-masing.
Salah satunya KKMP Kelurahan Kanigoro. Koperasi tersebut mengembangkan usaha budidaya ikan nila setelah mendapatkan bantuan berupa dua unit bioflok dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
“Kanigoro itu punya sektor perikanan. Kemarin mendapatkan bantuan hibah, kalau tidak salah dua bioflok untuk ikan nila. Ini menjadi tambahanGerai Permanen Belum Rampung, Koperasi Merah Putih Kota Madiun Sukses Tembus Transaksi Rp1,3 Miliar
Nilai transaksi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Madiun mencatatkan nilai yang fantastis.
Meski belum satu pun gerai permanen yang rampung 100 persen, nilai transaksi dari 27 KKMP di Simkopdes mencapai Rp 1,3 miliar.
Komoditas yang paling laku adalah Beras Medium SPHP 5 kilogram dengan nilai transaksi mencapai Rp 729.120.000.
Sedangkan kecamatan yang paling tinggi mencatatkan transaksi adalah Kecamatan Taman dengan nilai mencapai Rp 648.576.000.
Pemkot Madiun sendiri mencatat omzet KKMP bahkan lebih besar dari Simkopdes yaitu Rp 2,3 miliar hingga Agustus 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker KUKM) Kota Madiun Angga Wahyu Nurcahyo mengakui bahwa pembangunan gerai di Kota Madiun belum ada yang tuntas, namun operasional KKMP tetap berjalan.
Beras SPHP Bulog Jadi Komoditas Paling Laris
Sejumlah koperasi memanfaatkan aset dan fasilitas yang tersedia di masing-masing kelurahan, mulai dari ruang di kantor kelurahan hingga lapak UMKM.
“Jadi, walaupun belum ada gerai, operasional ini sudah jalan. Anggota juga sudah banyak yang melakukan transaksi di koperasinya masing-masing,” kata Angga,
Angga menerangkan, sejak didirikan pada 2025, pihaknya memang mendorong KKMP agar segera menjalankan aktivitas koperasi, salah satunya dengan memperbanyak keanggotaan.
Dengan demikian koperasi memiliki simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai modal awal kegiatan usaha.
“Sejak berdiri 2025 lalu sudah kita dorong untuk langsung operasional. Mulai merekrut anggota sebanyak-banyaknya, sehingga nanti ada simpanan pokok dan wajib. Ini supaya bisa digunakan untuk operasional, khususnya di sektor sembako,” tutur Angga.
Untuk jenis usaha, mayoritas KKMP di Kota Madiun bergerak di sektor perdagangan kebutuhan pokok. Komoditas yang dijual antara lain beras, minyak goreng, dan gula.
Untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut, KKMP telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak. Beras, misalnya, dipasok melalui Bulog, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sedangkan minyak goreng yang dipasarkan berupa Minyakita.
Sementara kebutuhan gula dipenuhi melalui kerja sama dengan PT. Pabrik Gula (PG) Rajawali.
“Rata-rata hampir semua KKMP bergerak di sektor perdagangan sembako, utamanya beras dan minyak. Untuk beras, kita belum bekerja sama dengan Agrinas, tetapi sudah bekerja sama dengan Bulog,” kata Angga.
Meski demikian, tidak seluruh KKMP hanya mengandalkan perdagangan sembako. Sejumlah koperasi mulai mengembangkan usaha lain sesuai potensi wilayah masing-masing.
Salah satunya KKMP Kelurahan Kanigoro. Koperasi tersebut mengembangkan usaha budidaya ikan nila setelah mendapatkan bantuan berupa dua unit bioflok dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
“Kanigoro itu punya sektor perikanan. Kemarin mendapatkan bantuan hibah, kalau tidak salah dua bioflok untuk ikan nila. Ini menjadi tambahan penghasilan selain sembako,” ujarnya.
Potensi lain dikembangkan KKMP Kelurahan Winongo. Koperasi tersebut mengembangkan usaha jasa, salah satunya les bahasa Inggris yang berkaitan dengan pengembangan kawasan wisata Kampung Inggris di wilayah setempat.
Dengan demikian, keberadaan gerai permanen bukan menjadi satu-satunya penentu berjalannya kegiatan KKMP.
(Nang)












