CyberTNI.Id | JOMBANG — Dalam upaya mengenalkan dunia kewirausahaan, sains sederhana, serta melatih keterampilan motorik halus sejak usia dini, siswa Raudhatul Athfal (RA) Muslimat dan Play Group Al Maksum mengikuti program edukasi melalui kunjungan ke rumah produksi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Telur Asin MACAN.
Program edukasi ini dirancang menggunakan metode experiential learning atau pembelajaran melalui pengalaman langsung. Dengan metode tersebut, anak-anak diajak belajar sambil bermain melalui kegiatan yang menyenangkan, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan asal-usul telur bebek, proses pembuatan telur asin, serta konsep sains sederhana mengenai proses pengasinan. Selain itu, anak-anak dilatih mengembangkan koordinasi tangan, rasa ingin tahu, kesabaran, kemandirian, dan kemampuan bekerja sama.
Tahap Persiapan: Mengenal Telur Bebek dan Bahan Pembuatan Telur Asin
Sebelum melakukan kunjungan ke rumah produksi KUB Telur Asin MACAN, kegiatan diawali dengan pengenalan materi di sekolah. Guru menyampaikan cerita tentang bebek dan telur menggunakan boneka tangan, gambar, atau media pembelajaran menarik lainnya.
Anak-anak juga diperkenalkan dengan bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan telur asin, seperti telur bebek mentah, air garam, serta bahan pembungkus atau media pengasinan yang digunakan oleh pihak KUB.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat mengenal bahan-bahan tersebut secara langsung sekaligus memahami proses sederhana yang akan mereka pelajari.

Tahap Inti: Kunjungan Edukasi ke Rumah Produksi KUB Telur Asin MACAN
Pada tahap inti, anak-anak diajak mengunjungi rumah produksi KUB Telur Asin MACAN untuk melihat secara langsung proses pengolahan telur asin.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan telur bebek dan proses pemilihan telur yang baik. Anak-anak mengamati bagaimana telur diperiksa sebelum memasuki tahap pengolahan.
Selanjutnya, siswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan cara membersihkan telur menggunakan spons lembut. Praktik dilakukan secara bergiliran oleh dua hingga tiga siswa dengan pendampingan guru dan petugas KUB, sehingga kegiatan tetap aman dan sesuai dengan kemampuan anak.
Setelah proses pembersihan, anak-anak diperkenalkan pada tahap pengasinan. Dengan menggunakan bahan dan peralatan yang telah disiapkan oleh pihak KUB, siswa mengamati bagaimana telur ditempatkan dalam media pengasinan, termasuk metode menggunakan larutan garam dalam wadah yang sesuai.
Melalui pengalaman langsung tersebut, anak-anak dapat belajar mengenal proses produksi sederhana sekaligus memahami bahwa suatu produk membutuhkan tahapan, ketelitian, dan waktu sebelum siap digunakan atau dikonsumsi.
Tahap Pengamatan: Melatih Kesabaran Selama Proses Pengasinan
Setelah kegiatan kunjungan selesai, telur yang telah disiapkan untuk proses pengasinan disimpan di sekolah atau di tempat yang sesuai dengan prosedur pengolahan telur asin.
Anak-anak kemudian diajak mengikuti kegiatan pengamatan melalui kalender kesabaran. Setiap hari, mereka memberikan tanda silang (X) pada kalender sebagai penanda waktu yang telah berlalu.
Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan konsep waktu sekaligus melatih kesabaran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Anak-anak belajar bahwa proses pengasinan membutuhkan waktu dan tidak dapat diselesaikan secara instan.
Lama proses pengasinan mengikuti prosedur yang digunakan oleh KUB Telur Asin MACAN. Telur tidak langsung dikonsumsi hanya berdasarkan hitungan hari, tetapi harus melalui proses pengolahan dan pemeriksaan yang sesuai agar aman untuk dimakan.

Tahap Evaluasi dan Selebrasi: Menikmati Hasil Pembelajaran
Sebagai penutup program, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan selebrasi hasil pembelajaran. Telur asin yang telah selesai diproses dan dinyatakan layak konsumsi direbus oleh guru, petugas, atau orang tua dengan memperhatikan kebersihan serta keamanan pangan.
Setelah matang, telur dipotong untuk diperlihatkan kepada anak-anak. Mereka diajak mengamati perubahan yang terjadi pada bagian dalam telur, termasuk warna dan tekstur kuning telur yang dapat menjadi lebih masir selama proses pengasinan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Anak-anak berkesempatan menikmati telur asin yang telah melalui proses pengolahan dengan benar, sekaligus mengenang pengalaman belajar yang mereka peroleh selama mengikuti program.
Selain menjadi kegiatan yang menyenangkan, pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap makanan, memperkenalkan proses produksi pangan, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kebersihan dan pengolahan makanan yang aman.
Menanamkan Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Sejak Dini
Program edukasi kunjungan ke KUB Telur Asin MACAN tidak hanya berfokus pada pengenalan proses pembuatan makanan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anak usia dini.
Melalui kegiatan melihat, menyentuh, mencoba, mengamati, dan mengevaluasi, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret dan mudah dipahami. Mereka juga diperkenalkan pada gambaran sederhana tentang kegiatan usaha, mulai dari pemilihan bahan baku hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
Dengan pendekatan belajar sambil bermain, program ini diharapkan dapat mendukung perkembangan motorik halus, kemampuan berpikir sederhana, kemandirian, kesabaran, dan kerja sama anak.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan usaha masyarakat dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususnya dalam memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak sejak usia dini.
(Tim Doyok)












