CyberTNI.id | Trenggalek ( 27/05/2026 ) — Masjid Az’Zahra bersama Masyarakat Desa Kembangan RT 02 RW 01 Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek merayakan Idul Adha tahun ini dengan semangat kebersamaan yang tinggi, ditandai dengan penyembelihan se ekor sapi.
Ketua Panitia qurban juga selaku RT 02 Lamin menyampaikan,” bahwa dari hewan sapi yang dikurbankan,merupakan sumbangan dari warga desa sendiri,seperti tahun tahun yang lalu dengan cara patungan 7 orang warga atas nama: Keluarga Udik 2 orang,Suratman, Nurhayati,Mbok Yoinen, Sarmini,Mbok Nawi.
Dengan penuh keikhlasan dan alhamdulillah tahun ini bisa ikut patungan,semoga tahun yang akan datang bisa ikut lagi dan lebih meriah dan bermanfaat ujar salah satu warga yang ikut berpartisipasi dalam momen idhul adha tahun ini.
“Sebanyak 22 personil panitia qurban Ds Kembangan RT 02 terlibat dalam kegiatan kurban ini.
Distribusi daging kurban dilakukan secara adil dengan membagikan 120 paket kepada warga Desa Kembangan RT 01 dan RT 02 Hal ini menunjukkan semangat solidaritas yang kuat, tidak hanya di dalam desa tetapi juga dengan masyarakat sekitar.
Perayaan Idul Adha di Desa Kembangan RT 02 RW 01 kali ini penuh dengan kebahagiaan dan keberkahan, mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi. Para warga saling bahu-membahu dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban, memastikan semua penerima mendapat bagian yang layak.
Selain itu, momen ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga. Mereka berkumpul, berdoa bersama, dan saling menguatkan tali persaudaraan. “Kurban ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga mempererat hubungan antarwarga,” tambah Lamin.”
Kegiatan kurban ini juga melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua, yang turut membantu dalam proses pembagian daging. Para pemuda desa juga berperan aktif dalam memastikan kelancaran acara, menunjukkan bahwa nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan dengan baik di kalangan generasi muda.
“Semoga semangat ini terus hidup dan menjadikan Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Momen ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjalankan tradisi kurban yang penuh makna dan manfaat”Tandasnya.
( s.adi.w.)












