CyberTNI.id | DENPASAR – Kapal kargo MK Baruna tenggelam di perairan Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali, Selasa (11/8/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kapten kapal bersama dua anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri.
Kapal berukuran panjang sekitar 22,5 meter dan lebar 4,5 meter itu berwarna putih serta menggunakan empat mesin tempel merek Yamaha dengan kapasitas masing-masing 40 PK.
Kapten kapal, Mohamad Ilyas (40), bersama dua ABK, Mohamad Nur Wadi (29) dan Paidi (41), berada dalam kondisi selamat setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam akibat kondisi gelombang dan arus laut yang cukup kuat.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, berdasarkan keterangan kapten kapal dan sejumlah saksi, MK Baruna sebelumnya dijadwalkan berangkat menuju Nusa Lembongan dengan membawa barang kiriman.
Proses pemuatan barang telah dilakukan sejak Senin (10/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA hingga pukul 19.00 WITA. Setelah seluruh barang selesai dimuat, kapal bersiap untuk berangkat.
Namun, kondisi gelombang laut masih cukup besar hingga sekitar pukul 21.00 WITA. Situasi tersebut membuat kapal tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Kapten kapal kemudian memutuskan untuk lego jangkar sekitar 40 meter dari garis pantai. Ilyas bersama dua ABK tetap berada di atas kapal untuk menjaga keamanan kapal sekaligus barang yang dibawa.
Memasuki Selasa pagi sekitar pukul 05.00 WITA, kondisi ombak dan arus laut masih cukup kuat. Air mulai masuk dari bagian belakang kapal. Melihat kondisi tersebut, Ilyas berupaya membawa kapal menuju alur pelabuhan agar berada di lokasi yang lebih aman.
Namun, derasnya arus dan besarnya gelombang justru membuat air semakin banyak masuk ke dalam kapal. Kondisi tersebut menyebabkan MK Baruna akhirnya tenggelam.
Kapten dan kedua ABK kemudian berupaya menyelamatkan sejumlah barang yang masih dapat dievakuasi dan membawanya ke tepian pantai.
Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas Satpolairud Polresta Denpasar segera mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Petugas juga berkoordinasi dengan pihak KSOP atau Syahbandar Pelabuhan Sanur untuk penanganan lebih lanjut terhadap kapal yang tenggelam.
Proses evakuasi kapal dilakukan bersama kapten, ABK, petugas, dan masyarakat sekitar. Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan kapal tidak mengganggu aktivitas serta alur keluar-masuk kapal penumpang di Pelabuhan Sanur.
Kapal kemudian ditambatkan di bagian tepi pembatas alur masuk Pelabuhan Sanur.
“Berdasarkan pemeriksaan sementara, kapal diduga tenggelam akibat kondisi cuaca, yakni ombak dan arus air yang besar sehingga kapal kemasukan air,” jelas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Hingga saat ini, penanganan terhadap kapal masih dilakukan oleh pihak terkait. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
(Nang)












