CyberTNI.id | Purbalingga — Satu kali ketuk tombol “bagikan” bisa membuat informasi menyebar luas, padahal belum tentu benar. Di era kecerdasan buatan (AI) yang kian mudah diakses, Kapolres Kebumen menekankan pentingnya kebiasaan berhenti sejenak sebelum mempercayai dan menyebarkan konten digital.
Pesan itu disampaikan AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat memimpin pelatihan AI untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Kutowinangun, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, perkembangan AI memberi kapasitas besar kepada masyarakat, termasuk pelajar, untuk menghasilkan dan mendistribusikan konten. Namun kapasitas tersebut harus diimbangi kecermatan dan tanggung jawab.
“Jangan hanya bertanya bagaimana membuat konten dengan AI. Kita harus tahu bagaimana memastikan informasi yang diterima benar. Sebelum percaya dan sebelum membagikan, berhenti sejenak untuk memeriksa,” kata AKBP Putu Bagus.
Kapolres menjelaskan AI memiliki potensi positif besar bagi pendidikan: membantu mencari ide, memahami materi, menyusun informasi, dan mengembangkan kreativitas siswa. Di sisi lain, AI juga mempermudah pembuatan konten palsu—foto, video, suara, maupun tulisan—yang bisa tampak sangat nyata.
Karena itu, kemampuan memilah informasi menjadi keterampilan krusial. Pelajar tidak cukup menilai keabsahan konten dari siapa yang mengunggah atau seberapa viralnya sebuah unggahan. Mereka perlu memeriksa sumber, menelaah konteks, membandingkan ke sumber lain, dan memastikan adanya dasar informasi yang dapat dipercaya.
“Informasi yang viral belum tentu benar. Banyak yang membagikan karena melihat orang lain juga membagikannya. Kebiasaan ini harus diubah,” ujar Kapolres.
Pelatihan di SMA Negeri 1 Kutowinangun merupakan bagian program Polres Kebumen bertajuk “Paham AI” yang dijalankan bergilir di sejumlah sekolah di Kabupaten Kebumen. Program ini berada di bawah naungan Senopati Institut dan bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah.
Para pelatih dari Polres Kebumen memberikan materi pengenalan AI, etika penggunaannya, pemanfaatan AI untuk pembelajaran, serta teknik mengenali hoaks dan deepfake. Sebelumnya, program serupa telah digelar di beberapa sekolah lain di Kebumen.
Polres Kebumen menargetkan perluasan edukasi sehingga semakin banyak pelajar siap menghadapi perubahan pola penyebaran informasi di ruang digital. “Harapan kami, pelajar mampu memanfaatkan AI untuk hal positif, tetap memiliki filter, cerdas menggunakan teknologi, kritis menerima informasi, dan bertanggung jawab saat membagikannya,” tutup AKBP Putu Bagus.
Imam r












