crossorigin="anonymous">

Menembus Kabut Gunung Wilis, Menyusuri Jejak Pawinihan dari Pudak Wetan

CyberTNI.id|MADIUN,Kamis (25/6/2026) — Sebuah gunung tua berdiri kokoh di perbatasan enam kabupaten di Jawa Timur. Masyarakat mengenalnya sebagai Gunung Wilis, namun catatan sejarah menyebut nama lamanya: Pawinihan.

Nama Pawinihan masih sering disebut dalam sejumlah catatan wisata dan pendakian sebagai bagian dari sejarah kawasan Wilis. Gunung api yang kini telah lama beristirahat itu menjulang di antara wilayah Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek.

Di antara gugusan puncaknya, *Puncak Liman* menjadi titik tertinggi dengan ketinggian 2.535 meter di atas permukaan laut (mdpl). Puncak ini menjadi target utama para pendaki yang ingin menaklukkan atap Wilis.

Salah satu jalur pendakian yang menawarkan petualangan lengkap adalah *Jalur Pudak Wetan*. Pendakian bisa dimulai dari Basecamp Hargo Wilis yang berada di ketinggian 1.182 mdpl.

“Jalur ini bukan sekadar lintasan menuju puncak,” tulis Nanang, salah satu pegiat alam lokal. “Melainkan perjalanan menembus ladang warga, hutan pegunungan, punggungan berkabut, hingga hamparan angin yang berembus dari segala arah.”

Jalur Pudak Wetan dikenal menyuguhkan lanskap beragam sebelum pendaki mencapai Puncak Liman. Dari ladang produktif milik warga, vegetasi rapat hutan pegunungan, hingga trek punggungan yang kerap diselimuti kabut.

Hingga kini, Gunung Wilis atau Pawinihan tetap menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Jawa Timur, menyimpan kekayaan alam sekaligus cerita sejarah yang tak pernah habis diceritakan.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *