MISTERI PEJUANG PETA SUPRIYADI ASAL BLITAR: SENJATA PAMUNGKAS INDONESIA ADALAH PERSATUAN

CyberTNI.id| BLITAR – Sejarah mencatat nama besar seorang pemuda pemberani dari Blitar, Jawa Timur, Supriyadi, pemimpin pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) terhadap penjajah Jepang pada 14 Februari 1945.

Hingga kini, keberadaan dan akhir hayat sang pahlawan nasional itu masih menjadi misteri. Senin (26/10/2026)

Hilang ditelan sejarah, namun semangat juangnya tak pernah padam dan tetap hidup di sanubari rakyat Indonesia.

Dari Kota Proklamator inilah lahir pesan abadi untuk seluruh anak bangsa:

“Negeri ini tak kan terpecah. Negeri yang dibangun dengan hasil perjuangan dan darah. Biarkan musuh memiliki ribuan, bahkan jutaan senjata canggih, tidak akan ada yang bisa mengalahkan senjata pamungkas Indonesia yaitu Persatuan dan Kesatuan.” Pesan tersebut relevan di tengah derasnya tantangan zaman, mulai dari adu domba di media sosial, berita hoaks, hingga ancaman perpecahan bangsa.

Sejarawan Blitar menyebut, pemberontakan PETA Blitar di bawah Supriyadi adalah bukti bahwa keberanian rakyat Indonesia tidak pernah takut pada senjata modern penjajah. Dengan bambu runcing dan tekad bulat, mereka melawan.

Pemuda Blitar itu menghilang, namun meninggalkan warisan terpenting: bahwa Indonesia berdiri bukan karena pemberian, tapi karena tumpahan darah para pejuang.

Kini, tugas kita sebagai generasi penerus bukan lagi mengangkat senjata, melainkan menjaga senjata pamungkas itu tetap tajam: PERSATUAN DAN KESATUAN.

Merah Putih tak akan pernah terpecah, selama rakyatnya masih bersatu.

 

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *