CyberTNI.id | MADIUN – Warga Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tengah menghadapi persoalan lingkungan yang dinilai semakin mengganggu. Selama sepekan terakhir, pemukiman warga diduga diserbu lalat dalam jumlah besar.
Serbuan lalat tersebut bukan sekadar mengganggu kenyamanan. Lalat ditemukan masuk ke dalam rumah, hinggap di makanan, serta beterbangan di sekitar lingkungan warga. Aktivitas sehari-hari pun ikut terganggu.
“Sudah seminggu ini lalatnya banyak sekali. Mau makan harus ditutup semua. Kami khawatir kalau sampai membawa penyakit,” ungkap salah seorang warga.
Dari informasi yang dihimpun, warga menduga kemunculan lalat dalam jumlah tidak wajar tersebut berkaitan dengan penumpukan pupuk berbahan kotoran hewan yang berada di sekitar kawasan pemukiman.
Material kotoran hewan yang menumpuk dan diduga tidak dikelola maupun ditutup secara semestinya dinilai berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya lalat. Jika dugaan tersebut benar, persoalan ini bukan lagi sekadar gangguan kenyamanan, tetapi menyangkut kebersihan lingkungan dan potensi risiko kesehatan masyarakat.
Warga mempertanyakan langkah pengawasan dari pihak terkait. Sebab, apabila kondisi tersebut telah berlangsung selama satu pekan dan berdampak langsung terhadap pemukiman, diperlukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan sumber persoalan dan menentukan tindakan yang tepat.
Warga mendesak Pemerintah Desa Ketawang dan Pemerintah Kabupaten Madiun melalui instansi terkait agar tidak menunggu persoalan semakin parah. Pemeriksaan lokasi, pengendalian populasi lalat, serta evaluasi terhadap pengelolaan dan penempatan pupuk berbahan kotoran hewan dinilai perlu segera dilakukan.
Jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan atau pengelolaan limbah/kotoran hewan, warga berharap pemerintah mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Ketawang maupun instansi terkait mengenai sumber pasti serbuan lalat tersebut dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
(Tim Investigasi CyberTNI.id)












