CyberTNI.id | Kab.Cirebon — Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai CIMEKAR, Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membangun saluran irigasi.
“Pembangunan irigasi saat ini pengerjaannya masih berjalan dengan anggaran sebesar Rp195 juta dari pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung,” kata Ketua Kelompok P3A Mitra Cai CIMEKAR, Ali kepada awak media ini, Senin (20/07/2026).
Ia menjelaskan P3A Mitra cai Cimekar adalah salah satu kelompok yang mendapatkan bantuan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
“P3-TGAI merupakan salah satu program infrastruktur berbasis masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi desa guna kesejahteraan petani, peningkatan ekonomi masyarakat, serta berkontribusi untuk ketahanan pangan dan peningkatan produksi tani,” jelasnya.
Melalui program ini, kata dia, masyarakat dilibatkan dalam pembangunan irigasi kecil atau tersier untuk memenuhi pengairan sawah kurang lebihnya 42 hektare dengan melibatkan langsung P3A.
“Program ini dimanfaatkan oleh Kelompok P3A Mitra Cai CIMEKAR untuk membangun saluran Irigasi dengan Volume 520 meter terangnya.
Ali berharap pembangunan saluran irigasi dapat meningkatkan kualitas pertanian yang ada Desa Cisaat dan sekitarnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya area sawah tersebut sulit mendapatkan pasokan air lantaran irigasinya belum ada nya saluran air yang permanen.
Mewakili masyarakat Desa Cisaat, Kuwu Cisaat Sukarna merasa senang dengan adanya program itu, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya bagi para petani.
“Alhamdulillah tahun di 2026 ini desa Cisaat ini mendapatkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air P3-TGAI, mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa mendapatkan kembali program seperti ini kembali, karena para petani desa Cisaat masih banyak membutuhkan saluran tersier yang permanen,” ucap Kuwu Cisaat yang di sampaikan melalui Sekdes Kurnadi.
Ia menambahkan pekerjaan saluran irigasi desa ini dikerjakan oleh masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaan pembangunannya, dikerjakan sesuai dengan bestek dan berpedoman pada rencana anggaran biaya (RAB) yang ada.
“Program ini adalah program Swakelola dan dalam pelaksanaannya kita libatkan masyarakat setempat,” katanya.
Ia juga berharap dengan dibangunnya saluran irigasi tersebut, lahan sawah yang sebelumnya sulit mendapatkan pasokan air akan lebih mudah terairi.”pungkas Kurnadi mengakhiri perbincangan nya dengan awak media ini.
(AGUS NOBAN)












