crossorigin="anonymous">

Tradisi Jamasan Pusaka Kiai Ageng Sewulan Terus Dilestarikan, Warga Jaga Warisan Budaya Leluhur

CyberTNI.id|MADIUN,Jumat (10/7/2026) — Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Raden Sukoco, Desa Sewulan, saat masyarakat kembali menggelar tradisi Jamasan Pusaka Kiai Ageng Sewulan yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak era Perdikan Sewulan. Ritual ini bukan sekadar membersihkan pusaka, melainkan menjadi upaya menjaga sejarah, menghormati jasa para leluhur, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Menurut tokoh adat setempat, pusaka dipandang sebagai simbol pengingat perjalanan sejarah, bukan untuk dikultuskan. Setiap prosesi jamasan juga mengandung makna filosofis yang mendalam, mulai dari keseimbangan antara lahir dan batin hingga pentingnya muhasabah atau introspeksi diri agar manusia terus memperbaiki hubungan dengan sesama dan Tuhan.

Prosesi diawali dengan pengambilan pusaka dari tempat penyimpanan, kemudian diserahkan kepada tim penjamas dan disaksikan perangkat desa serta masyarakat. Tahun ini, sebanyak 25 pusaka peninggalan Kiai Ageng Basyariyah dan milik warga menjalani ritual jamasan, jumlah yang dipilih sebagai simbol 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui dalam ajaran Islam.

Tradisi kemudian ditutup dengan doa bersama dan selamatan sebagai ungkapan syukur sekaligus penghormatan kepada para pendahulu. Melalui pelestarian tradisi ini, masyarakat Desa Sewulan berharap nilai sejarah, budaya, dan spiritual tetap hidup serta terus menjadi bagian dari identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

 

 

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *