crossorigin="anonymous">

Unit usaha pertanian BUMDES menjadi motor penggerak perekonomian di Desa Tegal Gubug lor

CyberTNI.id | Kab.Cirebon — BUMDes kini menjadi garda terdepan ketahanan pangan perdesaan, di mana desa diwajibkan menganggarkan minimal 20% dari Dana Desa untuk program ini melalui penyertaan modal ke BUMDes. Unit usaha pertanian ini biasanya berfokus pada budidaya hortikultura (cabai, melon, jagung), padi, hidroponik, serta hilirisasi untuk mengelola distribusi dan pengolahan hasil panen warga.

BUMDes melalui unit jual beli gabah berperan penting dalam menggerakkan ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan nasional.unit usaha ini berfungsi sebagai penyerap hasil panen petani dengan harga bersaing, menjaga stabilitas pasokan, serta memotong rantai tengkulak agar kesejahteraan petani meningkat.

Kehadiran unit jual beli gabah oleh BUMDes Bina Usaha Mandiri juga sejalan dengan alokasi Dana Desa (DD). Berdasarkan kebijakan dari Kementerian Desa PDTT, desa wajib mengalokasikan minimal 20% dari total pagu Dana Desa untuk program ketahanan pangan, hal ini di sampaikan oleh Direktur Bumdes Bina Usaha Mandiri M.Ibnu kepada awak media ini Aula Balai desa Tegalgubug lor, Selasa, 14/07/2026.

Dana tersebut direalisasikan oleh BUMDes Bina Usaha Mandiri untuk modal operasional pembelian gabah dari masyarakat, Dalam praktiknya, berbagai daerah telah menjalankan program ini untuk memperkuat kemandirian pangan, Di mana BUMDes ini yang di motori oleh Direktur M.Ibnu, Sekertaris Buni, Bendahara Suhemi, dan kepala Unit Jamaludin ini mengelola jual beli gabah.

BUMDes Bina Usaha Mandiri desa Tegalgubug lor membeli gabah petani dengan harga kompetitif untuk memberikan keuntungan maksimal bagi petani. Langkah strategis ini mengubah pola pikir agribisnis dari sekadar menjual gabah mentah menjadi hilirisasi produk pangan bernilai tambah.”pungkas M.Ibnu mengakhiri perbincangan dengan awak media ini.

 

(Agus noban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *