CyberTNI.id|PONOROGO, Jumat (5/6/2026) — Di bawah langit Juni 2026, denting gamelan, tabuhan kendang, dan lengking selompret mulai menggema dari penjuru kota. Jalan-jalan utama berhias umbul-umbul, para pelaku UMKM bersiap menyambut lautan pengunjung, sementara para seniman Reog mulai menata kostum dan dadak merak terbaik mereka.
Tahun ini Grebeg Suro mengusung tema besar “Reogvolution”, sebuah gagasan bahwa budaya tidak sekadar dipertahankan, tetapi terus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan akar identitasnya.
Status Ponorogo kini juga bukan lagi sekadar daerah asal Reog. Setelah Reog Ponorogo memperoleh pengakuan dunia dan Ponorogo masuk dalam jejaring kota kreatif dunia UNESCO, Grebeg Suro berubah menjadi etalase besar yang menunjukkan bahwa budaya lokal mampu berdiri sejajar di panggung internasional.
Festival tahun ini dijadwalkan berlangsung panjang, mulai Mei hingga Juli 2026 dengan puluhan agenda budaya, religi, ekonomi kreatif, hingga hiburan masyarakat. Bahkan panitia memastikan sekitar 30 side event ikut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.
Pusat denyutnya tetap berada di Alun-Alun Ponorogo. Di tempat inilah Festival Reog Remaja XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI menjadi magnet utama.
Ratusan pembarong dengan kekuatan rahang luar biasa akan menari bersama dadak merak raksasa yang beratnya mencapai puluhan kilogram. Puluhan grup Reog dari berbagai daerah akan bertarung memperebutkan gengsi, prestasi, dan kehormatan menjadi yang terbaik di panggung Reog nasional.
Festival Nasional Reog sendiri bukan festival biasa. Selama lima tahun berturut-turut ajang ini masuk Karisma Event Nusantara (KEN), bahkan kembali masuk jajaran Top 10 event unggulan nasional tahun 2026.
Ketika Kota Berubah Menjadi Pesta Rakyat
Efek Grebeg Suro tidak berhenti di atas panggung pertunjukan.
Hotel dan penginapan mulai dipadati wisatawan. Warung makan, pedagang kaki lima, perajin suvenir, pelaku UMKM, hingga industri kreatif lokal ikut merasakan denyut ekonomi yang meningkat.
Berbagai agenda pendukung juga ikut meramaikan perhelatan tahun ini, mulai dari pameran bonsai, pameran seni, kirab budaya, pawai sejarah, Grebeg Suro Adventure Trail, hingga berbagai kegiatan masyarakat lainnya.
Menunggu Puncak Kejutan dari Istana
Di tengah gegap gempita persiapan, perhatian masyarakat kini tertuju pada satu pertanyaan besar:
Akankah Presiden Republik Indonesia hadir langsung di Bumi Reog?
Pemkab Ponorogo memastikan undangan resmi telah dikirim kepada Presiden, Wakil Presiden, serta jajaran menteri kabinet. Beberapa pihak disebut telah memberikan sinyal positif, namun hingga saat ini jadwal kehadiran masih menunggu konfirmasi resmi.
Jika benar terealisasi, momen tersebut bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa. Itu akan menjadi simbol bahwa Reog Ponorogo telah melampaui batas-batas geografisnya; dari kesenian rakyat, menjadi mahakarya budaya yang mendapat tempat terhormat di panggung nasional dan dunia.
Bumi Reog tahun ini tidak hanya menyambut pergantian Tahun Baru Islam. Ponorogo sedang menyiapkan sebuah sejarah.
(Nang)












