CyberTNI.id | JOMBANG — Pengerjaan proyek pengaspalan panas (hotmix) di ruas Jalan Bali, Kelurahan Jombatan, Kabupaten Jombang telah menjadi sorotan karena berlangsung tanpa papan informasi proyek, kini berujung musibah kecelakaan kerja. Seorang pekerja mengalami luka serius setelah tangannya terjepit kendaraan alat berat fhiniser, dan kini telah dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis.
Kejadian ini semakin memperkuat dugaan lemahnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek. Tanpa papan nama proyek yang memuat identitas pelaksana, pengawas, serta jadwal pekerjaan, dan anggaran, warga bahkan sulit mengetahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Dugaan kelalaian pelaksana
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi saat proses pemindahan atau penuangan aspal panas ke alat berat Finisher Diduga karena kurangnya pengaturan keamanan, minimnya petugas pengarah di lokasi, serta pengabaian terhadap prosedur keselamatan, tangan salah satu pekerja terjepit masuk ke badan kendaraan alat berat finisher aspal Kondisi korban dikhawatirkan mengalami patah tulang dan dugaan cacat permanen.
Masyarakat menuding CV pelaksana proyek dianggap lalai. Pekerjaan yang berlangsung tanpa papan informasi, tanpa petugas pengaman yang jelas, serta tanpa penandaan area berbahaya, dinilai telah membahayakan tidak hanya pekerja sendiri, tetapi juga pengguna jalan yang melintas.
Tuntutan penyelidikan menyeluruh
Warga meminta instansi terkait Dinas PUPR Kabupaten Jombang dan Dinas Tenaga Kerja segera turun ke lokasi, mengusut tuntas penyebab kecelakaan, serta memastikan identitas lengkap pelaksana proyek. Apabila terbukti melanggar aturan K3 dan ketentuan administrasi proyek, maka sanksi tegas harus dijatuhkan kepada pihak CV pelaksana.
“Jangan sampai proyek yang tidak transparan ini merenggut keselamatan nyawa. Setiap pekerjaan wajib mengutamakan keselamatan dan kepatuhan aturan. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga jelas pertanggungjawabannya.” ungkap perwakilan warga kepada awak media.
Tim media akan terus memantau perkembangan penanganan korban serta hasil penyelidikan pihak berwenang agar pelaksana proyek tidak lepas dari tanggung jawab.
PJRbersatu












