CyberTNI.id|JAKARTA — Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengungkapkan kekesalannya karena masyarakat di wilayahnya belum mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi, meski Natuna dikenal sebagai salah satu daerah penghasil gas bumi di Indonesia. Hingga September 2026, warga masih mengandalkan minyak tanah yang harganya mahal untuk memasak sehari-hari, sementara LPG yang tersedia terbatas dan umumnya digunakan restoran serta kalangan mampu.
Persoalan tersebut disampaikan Cen Sui Lan saat bertemu pimpinan MPR RI, termasuk Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua MPR Eddy Baskoro Yudhoyono, di Kantor Bupati Natuna.
Senin (12/10/2026)
Ia menyebut gas bumi dari Natuna diekspor hingga ke Singapura, tetapi masyarakat setempat belum menikmati akses LPG subsidi. Ia pun meminta bantuan pemerintah pusat untuk menyediakan LPG 3 kg bagi warga.
Dalam pertemuan itu, Cen Sui Lan juga menyampaikan persoalan strategis lain, mulai dari tingginya biaya transportasi dan distribusi bahan pokok, konektivitas, pengembangan pariwisata dan Geopark Natuna, Dana Bagi Hasil (DBH), hingga ketahanan pangan dan pelayanan dasar. Ia berharap kebijakan afirmasi bagi wilayah perbatasan dapat diperkuat, termasuk pembangunan pulau-pulau kecil terluar, fasilitas kesehatan, serta kedaulatan ekonomi dan perdagangan internasional.
Ketua MPR Ahmad Muzani menekankan pentingnya kehadiran negara di Natuna, bukan hanya dalam pertahanan dan keamanan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyang Nyang Haris Pratamura, turut menyoroti tantangan pembangunan akibat kondisi geografis wilayah yang didominasi laut.
Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan warga perbatasan.
(Nang)












