Klaim Persoalan Bau Disebut Selesai, Siswa SMPN 4 Jombang Masih Mengeluh: Kelas 9E–9I Disebut Terdampak

CyberTNI.id | JOMBANG — Persoalan dugaan gangguan bau yang berasal dari aktivitas perusahaan pemotongan ayam di sekitar SMPN 4 Jombang kembali menjadi perhatian. Hal itu menyusul adanya keterangan dari pemilik perusahaan berinisial AT yang menyebut persoalan tersebut telah dimediasi dengan pihak sekolah.

Namun, sejumlah siswa memberikan keterangan berbeda. Mereka mengaku masih mencium aroma tidak sedap di lingkungan sekolah, meskipun disebut tidak sekuat sebelumnya. Selain persoalan bau, aktivitas pekerjaan di sekitar perusahaan juga disebut menimbulkan suara yang terdengar hingga ruang kelas.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana persoalan yang sebelumnya dikeluhkan telah benar-benar terselesaikan. Apakah mediasi yang dilakukan telah diikuti dengan hilangnya gangguan di lapangan, atau masih terdapat persoalan yang perlu ditindaklanjuti?

Klaim Persoalan Telah Selesai

Sebelumnya, dugaan gangguan bau dari aktivitas perusahaan yang lokasinya berdekatan dengan SMPN 4 Jombang telah menjadi perhatian karena disebut mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

Dalam keterangannya, pemilik perusahaan berinisial AT menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan melalui mediasi dengan pihak sekolah.

“Karep-karepe naikkan berita, yang penting saya sudah mediasi sama pihak sekolah dan sudah tidak bau gimana-gimana,” ujar AT, sebagaimana dikutip dari keterangannya.

Pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari pihak perusahaan mengenai kondisi yang mereka anggap telah diselesaikan melalui proses mediasi.

Namun, adanya mediasi belum serta-merta menjawab apakah keluhan yang dirasakan siswa di lingkungan sekolah benar-benar telah berhenti.

Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan penelusuran dan pemeriksaan secara objektif terhadap kondisi lingkungan sekolah, termasuk sumber bau, intensitasnya, serta kemungkinan gangguan suara dari aktivitas di sekitar sekolah.

Siswa Mengaku Masih Mencium Bau

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah siswa SMPN 4 Jombang, aroma tidak sedap disebut masih sesekali tercium di lingkungan sekolah.

Keluhan tersebut terutama disebut dirasakan oleh siswa yang ruang kelasnya berada relatif dekat dengan lokasi perusahaan.

Sejumlah siswa menyebut kelas 9E, 9F, 9G, 9H, dan 9I termasuk ruang kelas yang berada dekat dengan lokasi perusahaan dan disebut merasakan gangguan berupa bau maupun suara aktivitas pekerjaan.

“Kelas saya jaraknya jauh. Yang dekat itu kelas 9 mulai E, F, G, H, I yang mengeluhkan bau tidak sedap dan terganggu suara-suara orang bekerja karena mepet dengan perusahaan,” ungkap sejumlah siswa.

Keterangan tersebut masih merupakan kesaksian dari siswa dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak sekolah maupun pihak perusahaan. Namun, apabila keluhan serupa disampaikan oleh lebih dari satu siswa, kondisi tersebut menjadi informasi yang patut mendapat perhatian dan verifikasi.

“Baunya Tidak Enak, Tidak Bisa Konsentrasi”

Salah satu siswa juga mengungkapkan bahwa aroma yang dirasakan dapat memengaruhi kenyamanan saat mengikuti pembelajaran.

Ketika ditanya mengenai dampaknya terhadap konsentrasi belajar, siswa tersebut mengatakan:

“Ngge, karena baunya tidak enak tidak bisa konsentrasi belajar.”

Keterangan tersebut merupakan pengalaman subjektif siswa sehingga tetap diperlukan verifikasi lebih lanjut. Meski demikian, keluhan mengenai kenyamanan belajar perlu diperhatikan karena ruang kelas merupakan lingkungan utama bagi siswa dalam mengikuti proses pendidikan.

Apabila gangguan bau memang masih terjadi secara berulang, perlu diketahui secara objektif sumber dan tingkat gangguan tersebut serta langkah yang telah dilakukan untuk mengatasinya.

Bukan Hanya Bau, Kebisingan Juga Dikeluhkan

Keluhan siswa disebut tidak hanya berkaitan dengan aroma tidak sedap.

Sejumlah siswa juga mengaku masih mendengar suara aktivitas pekerjaan dari lokasi perusahaan yang berdekatan dengan lingkungan sekolah.

Suara aktivitas pekerjaan disebut terdengar hingga ruang kelas, termasuk suara keras yang oleh siswa digambarkan seperti aktivitas memukul atau pekerjaan lainnya.

Kondisi tersebut disebut dapat mengganggu konsentrasi siswa ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Dengan demikian, persoalan yang perlu diperiksa bukan hanya mengenai bau, tetapi juga tingkat kebisingan yang ditimbulkan aktivitas di sekitar sekolah.

Kelas 9 Menjadi Perhatian

Keluhan tersebut menjadi semakin penting untuk diperhatikan karena siswa kelas 9 sedang mengikuti tahapan akhir pendidikan SMP yang membutuhkan suasana belajar kondusif.

Apabila benar terdapat gangguan bau maupun kebisingan yang terjadi secara berulang pada jam pembelajaran, maka diperlukan langkah bersama antara pihak sekolah, perusahaan, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap mendukung kegiatan belajar mengajar.

Pemeriksaan lapangan juga penting dilakukan agar persoalan tidak berhenti pada perbedaan keterangan antara pihak perusahaan dan siswa.

Perlu Verifikasi dan Penyelesaian yang Terukur

Persoalan ini pada akhirnya membutuhkan penyelesaian yang dapat diukur, bukan hanya berdasarkan pernyataan bahwa mediasi telah dilakukan.

Pihak sekolah dapat memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini dan langkah yang telah ditempuh. Sementara pihak perusahaan juga berhak menyampaikan klarifikasi mengenai aktivitas usahanya serta upaya yang dilakukan untuk mencegah munculnya gangguan terhadap lingkungan sekitar.

Jika diperlukan, instansi terkait dapat melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan, termasuk aspek bau dan kebisingan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi mengenai adanya mediasi, tetapi juga dapat mengetahui apakah setelah mediasi tersebut kondisi di lingkungan sekolah benar-benar telah membaik.

Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak sekolah dan instansi terkait mengenai keluhan siswa tersebut masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap dan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *