CyberTNI.id | KOTA MADIUN — Kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo, Kota Madiun, yang semakin terbatas mendorong pemerintah daerah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi persoalan pengelolaan sampah ke depan.
Dua opsi saat ini tengah dikaji, yakni memperluas lahan TPA Winongo atau menerapkan teknologi insinerator untuk mengolah sampah. Kedua alternatif tersebut masih dalam tahap pembahasan dan kajian sebelum pemerintah menentukan solusi yang dinilai paling tepat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Madiun, Nur Salim, mengatakan kedua skema tersebut merupakan hasil kajian yang melibatkan pihak ketiga. Menurutnya, masing-masing opsi memiliki pertimbangan teknis yang perlu dikaji secara menyeluruh, termasuk kondisi TPA Winongo dan kebutuhan pengelolaan sampah Kota Madiun dalam jangka panjang.
“Dua opsi ini masih kita kaji. Tentunya harus dilihat mana yang paling memungkinkan diterapkan, baik dari sisi teknis maupun kebutuhan pengelolaan sampah ke depan,” ujar Nur Salim.
Sementara itu, upaya pengurangan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun mulai menunjukkan dampak. Volume sampah yang masuk ke TPA disebut mengalami penurunan.
Namun demikian, DPRD menilai upaya tersebut masih belum optimal. Sejumlah kendala teknis yang ditemukan di lapangan perlu segera dievaluasi agar program pengurangan sampah dapat berjalan lebih efektif.
Pembahasan mengenai pengelolaan sampah juga berkaitan dengan target zero waste 2027. DLH masih optimistis target tersebut dapat dikejar. Meski demikian, DPRD mengingatkan agar target tersebut tidak sebatas menjadi perencanaan, melainkan diwujudkan melalui program yang terukur dan konsisten.
Dukungan anggaran sebesar Rp10 juta per RT, yang salah satunya dapat diarahkan untuk kegiatan pengelolaan lingkungan, juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pengurangan sampah mulai dari tingkat lingkungan dan sumbernya.
Komisi III DPRD Kota Madiun selanjutnya akan melihat hasil pelaksanaan berbagai program pengelolaan sampah sepanjang tahun ini sebelum menentukan arah kebijakan terkait masa depan TPA Winongo.
Pemerintah daerah bersama masyarakat juga didorong untuk memperkuat upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Langkah tersebut dinilai penting agar volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan, sembari pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang apabila kapasitas TPA Winongo nantinya benar-benar tidak lagi mencukupi.
(Nang)












