Dua Titik Kebakaran Lahan di Kebumen Berhasil Dipadamkan, Petugas dan Warga Bersinergi

CyberTNI.id | KEBUMEN, 30 September 2026 — Dua kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Kebumen dalam rentang waktu berdekatan pada Selasa (29/9). Berkat aksi cepat aparat kepolisian, petugas terkait, dan warga, kedua api berhasil dipadamkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di lahan milik warga seluas sekitar dua hektare di Dukuh Pringamba, Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar. Warga yang mengetahui kebakaran segera menghubungi perangkat desa,
Polsek Karanganyar, dan Damkar Gombong.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan petugas bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman.
“Petugas bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas,” kata AKBP Putu, Rabu (30/9).

Upaya awal pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Karena area yang terbakar cukup luas dan kondisi lahan kering, pemadaman dilanjutkan secara manual dengan menggunakan dahan basah. Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 23.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun laporan kerugian materi yang signifikan.

Beberapa jam setelah kebakaran di Pohkumbang ditangani, muncul asap di kawasan hutan Perhutani Petak 15, Dukuh Curug Gintung, Desa Tugu, Kecamatan Buayan, sekitar pukul 23.30 WIB. Warga yang melihat asap melakukan pengecekan dan melaporkan ke Polsek setempat.

Personel Polsek Buayan bersama Koramil 20 Buayan, BPBD Kabupaten Kebumen, perangkat desa, relawan Kowara, dan masyarakat bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman manual karena titik api berada di dalam kawasan hutan. Setelah penanganan selama sekitar tiga jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB, Rabu (30/9). Kebakaran menghanguskan lahan Perhutani seluas kurang lebih satu hektare. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Polisi menduga kebakaran dipicu oleh kondisi lahan yang sangat kering akibat kemarau panjang dan adanya hembusan angin yang mempercepat penyebaran api. AKBP Putu mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di sekitar lahan kering atau kawasan hutan.

“Segera laporkan apabila melihat asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” kata AKBP Putu.

Imam r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *