Mengenal Raden Panji Mohammad Noer, Gubernur Rakyat dan Penggagas Jembatan Suramadu

CyberTNI.id| SAMPANG,Kamis (8/10/2026) — Raden Panji Mohammad Noer lahir di Sampang, Madura, pada 13 Januari 1918 dan wafat di Surabaya pada 16 April 2010. Di kalangan masyarakat Jawa Timur, ia lebih akrab disapa Cak Noer dan dikenal luas sebagai pimpinan yang merakyat.

Kariernya di pemerintahan dimulai dari bawah. Ia pernah menjadi pegawai magang di Kantor Kabupaten Sumenep, Asisten Wedana, Patih (Wakil Bupati) Bangkalan, hingga Bupati Bangkalan. Puncaknya, ia dipercaya menjadi Gubernur Jawa Timur ke-7 dengan masa bakti 1967–1976, kemudian melanjutkan pengabdian sebagai Duta Besar Indonesia untuk Prancis masa jabatan 1976–1980.

Salah satu ungkapan legendarisnya adalah _“Agawe Wong Cilik Melu Gumuyu”_ yang berarti membuat rakyat kecil ikut tertawa. Ungkapan itu ia sampaikan di depan Sidang Umum MPR Maret 1973 sebagai Ketua Fraksi Utusan Daerah, sehingga ia dijuluki _gubernurnya rakyat kecil_.

Gagasan besarnya yang paling monumental adalah Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura. Ide tersebut telah ia impikan sejak menjadi Patih (Wakil Bupati) Bangkalan pada tahun 1950-an. Meski sempat tertunda akibat krisis moneter, gagasan itu akhirnya direalisasikan.

Pembangunan Jembatan Suramadu mulai dicanangkan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri dan akhirnya diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.

Untuk mengenang jasa-jasanya, kini nama R.P. Mohammad Noer diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Pamekasan dan Stadion Kerapan Sapi R.P. Mohammad Noer di Bangkalan. Makamnya di Sampang hingga kini menjadi lokasi ziarah resmi setiap peringatan Hari Jadi Jawa Timur.

*(Nang)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *